Di Depan 21 Diplomat, Wasekjen APKASINDO Jelaskan Kemampuan Sawit Tekan Kemiskinan

BANGKA BELITUNG, SAWIT INDONESIA – Diplomat menjadi garda terdepan bagi Indonesia dalam membangun komunikasi dengan negara lain. Termasuk isu sawit yang membutuhkan peranan diplomat dalam upaya menjelaskan peranan sawit bagi perekonomian Indonesia dan menghadapi kampanye negatif.

Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit dan Kementerian Luar Negeri mengadakan Pembekalan Materi dan Kunjungan Perkebunan Kelapa Sawit Bersama Sesparlu ke-59 di Belitung, dari 3-5 September 2018. Pembicara yang hadir antara lain Rino Afrino, Wasekjen Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Fadhil Hasan, Phd (GAPKI), Prof.Sri Raharjo, Prof.Nuri Andarwulan (SEAFAST), Prof.Yanto Santosa, dan Ir.Prasetyo Djati.

Dalam paparan yang bertemakan “Peran Sawit Dalam Pengentasan Kemiskinan”, Rino Afrino menyampaikan perkebunan sawit telah terbukti meningkatkan taraf hidup masyarakat di pedesaan, serta membuat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah terpencil atau terisolir dari Aceh sampai Papua.

Dijelaskan Rino, hampir 50 persen masyarakat Indonesia berada di pedesaan, pembangunan pedesaan melalui pengembangan sawit merupakan cara jitu pemerintah indonesia dalam mengurangi angka kemiskinan. Data menunjukkan 42 juta orang pada 1980-an hidup di bawah garis kemiskinan, setelah perkebunan sawit berkembanga maka angka kemiskinan turun secara cepat dan berdampak luas ke semua lini.

Kementerian Transmigrasi melaporkan pada 2014 setidaknya 50 persen desa terpencil dan terisolir sudah berubah menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, bahkan menjadi kota kecamatan dan kabupaten. Perkembangan ini tidak terlepas dari peranan sawit dalam membangun wilayah terpencil.

Rino berharap kepada diplomat senior yang akan bertugas di 21 negara untuk menjadi garda terdepan komunikasi sawit. Diplomat punya peranan memperjuangkan sawit Indonesia untuk menghadapi kampanye negatif. Tidak itu saja, diplomat akan membantu untuk membuka dan meningkatkan ekspor sawit ke negara lain.

“Alhasil harga CPO terus membaik dan termasuk harga TBS di tingkat petani. Semua upaya ini demi kesejahteraan bangsa dan negara Indonesia,”pungkas Rino.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Hi there! Click one of our representatives below and we will get back to you as soon as possible.

Customer Services on WhatsApp