BPDP Sawit Siapkan Roadmap Pengembangan SDM Sawit

JAKARTA, SAWIT INDONESIA –  Direktur Badan Pengelola Dana (BPDP) Sawit Bayu Krisnamurthi mengungkapkan saat ini BPDP Sawit sedang menyusun roadmap pengembangan SDM sawit yang diperkirakan akan selesai dalam waktu satu hingga dua bulan mendatang.

Gagasan ini diungkapkan Bayu seusai mengisi Kuliah Umum bertajuk Sawit Indonesia Lebih Berkelanjutan di Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi (CWE), Selasa (23/8). Roadmap tersebut akan diprioritaskan untuk mengembangkan SDM sawit untuk kalangan petani, khususnya terhadap petani swadaya. Ada tiga hal yang utama yang akan dicakup dari rencana roadmap tersebut yaitu soal produktivitas, sustainability, dan pengembangan produk.

“Produktivitas tentu menjadi isu paling krusial terutama perkebunan rakyat harus didorong produktivitasnya. Kedua soal  sustainability baik dalam praktik kebun dengan tidak melakukan pembakaran maupun mengeringkan habis gambut. Sedangkan terakhir adalah pengembangan produk, artinya petani juga harus didorong agar tidak hanya menghasilkan TBS melainkan produk turunan yang memiliki nilai tambah tinggi,” jelas Bayu.

Program pengembangan SDM sawit dari BPDP Sawit sendiri telah dimulai dengan bekerjasama dengan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) Yogyakarta, dan Politeknik CWE dengan memberikan beasiswa pelatihan teknis kebun kelapa sawit setara Diploma 1 kepada 300 peserta yang merupakan anak-anak petani swadaya dari 10 Provinsi.

Para penerima beasiswa ini akan berkuliah di Instiper Yogyakarta dan Politeknik CWE selama 9 bulan yang telah dimulai sejak awal Agustus untuk mendapatkan materi soal teknis perkebunan sawit teknis perkebunan sawit mulai dari pembibitan hingga proses panen, administrasi perkebunan hingga praktik lapangan di perusahaan perkebunan sawit.

Ditambah dengan materi soal koperasi, karena para penerima beasiswa ini diproyeksikan untuk kembali ke daerahnya guna memperkuat kelembagaan koperasi petani sawit di daerahnya masing-masing. Setelah selesai menjalani kuliah selama 9 bulan penerima beasiswa ini kemudian akan mengikuti uji kompetensi yang indikator-indikator kompetensinya akan disesuaikan dengan Kualifikasi Kerja Nasional (KKNI) terkait SDM di perkebunan sawit.

“Saat ini kita memang fokus untuk Diploma 1 karena kita ingin segera ada hasil dan agar mereka bisa segera kembali ke daerahnya masing-masing. Meskipun kita juga sediakan beasiswa untuk D3, Sarjana, Master dan Doktor pun kita ada meskipun itu masih menggunakan konsep yang lama. Nanti kalau sudah ada roadmap yang baru kita bisa memiliki konsep yang lebih jelas,” papar Bayu.

Bayu menambahkan, selain diharapkan mampu memperkuat koperasi petani di daerahnya masing-masing para program pemberian beasiswa ini juga akan terintegrasi dengan beberapa program yang dimiliki BPDP Sawit misalnya soal replanting petani.

foto: twiter Poltek CWE

 

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.