APP Sinar Mas Berperan Besar Dalam Investasi Pulp dan Kertas

BALI, SAWIT INDONESIA ― Sebagai salah satu investor terbesar di wilayah Sumatera, Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas turut menghadiri RIF 2017 untuk menunjukkan dukungannya terhadap program-program pemerintah. Pembangunan unit industri APP Sinar Mas, PT. OKI Pulp & Paper Mills, di Sumatera Selatan menjadi salah satu contoh dukungan APP Sinar Mas untuk meningkatkan pendapatan daerah Sumatera.

“Dengan kapasitas produksi sebesar 2,8 juta ton pulp dan 500 ribu ton kertas tisu, PT. OKI Pulp & Paper Mills memiliki porsi ekspor 80-95% untuk masing-masing kategori. Dengan investasi seperti ini, kami berpotensi menyumbang devisa sebesar USD 1,5 miliar per tahun,” ungkap Suhendra Wiriadinata selaku Direktur dari APP Sinar Mas.

Dengan nilai ekspor tersebut, lanjut Suhendra, OKI Pulp and Paper akan meningkatkan ekspor Sumatera Selatan sebesar 32 persen dan pertumbuhan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah tersebut sebesar 11 persen.

Langkah ini mendapatkan sambutan baik bagi BKPM dan melalui RIF 2017 diharapkan banyak investor lain akan mengambil langkah yang sama. Dalam kesempatan ini APP Sinar Mas juga ikut memperkenalkan program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang telah sukses membantu 60 desa untuk mengembangkan potensi melalui kegiatan agroforestri hingga pendapatan masyarakat dapat terbukti naik hingga 50-70%. Tak berhenti sampai di situ, APP Sinar Mas menargetkan untuk membantu 500 desa di Indonesia dalam Sustainability Roadmap Vision 2020 yang mereka miliki.

“Program ini secara konsisten telah kami lakukan dari tahun ke tahun karena hal ini merupakan komitmen kami yang tak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga turut menjadi sumbangsih positif bagi pemerintah,” tutup Suhendra.

Lima  tahun terakhir kontribusi sektor pariwisata masih sangat rendah di level 2,2% atau Rp 51,2 triliun dari total realisasi investasi di Indonesia. Dari data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tahun 2016, investasi sektor pariwisata dalam negeri mencapai Rp 2,2 triliun, sementara penanaman modal asing Rp 12,8 triliun, sehingga total investasi sektor pariwisata pada tahun 2016 mencapai Rp 15 triliun. BKPM menilai bahwa sektor pariwisata cukup prospektif karena dalam lima tahun terakhir rata-rata pertumbuhannya mencapai 18% per tahun.

BKPM menggelar The Regional Investment Forum (RIF) di Palembang untuk pertama kalinya pada tahun 2016. Dinilai sukses menarik para investor ke Sumatera, RIF 2017 kembali digelar pada 23-24 Februari 2017. Bertempat di Nusa Dua, Bali, acara kali ini mengangkat “Promoting Investment In Tourism Industry And Supporting Infrastructure” sebagai tema utama. Turut hadir dalam acara ini, Thomas Lembong sebagai Ketua BKPM dan perwakilan dari Kementerian Pariwisata Indonesia.

 

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.