2018, Sime Darby Plantation Siap Melantai di Bursa Malaysia

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Sime Darby Plantation Sdn Bhd berencana menggelar Initial Public Offering (IPO)  di Bursa Malaysia pada 2018. Kepastian melantai bursa diperoleh setelah Sime Darby Bhd, induk perusahaan, mengajukan listing terpisah  dua anak usahanya yang bergerak di sektor perkebunan dan properti.

Sime Darby Bhd mengumumkan akan mengajukan pendaftaran unit usahanya yaitu Sime Darby Plantation Sdn Bhd dan Sime Darby Property Berhad untuk masuk Bursa Malaysia, sebagaimana tercantum dalam keterbukaan informasi di Bursa Malaysia pada Senin (27/2).

Tan Sri Mohd Bakke Salle, President and Group CEO Sime Darby Bhd, kepada media setempat, menyebutkan tujuan IPO kedua anak usahanya ini bukanlah mencari dana. Melainkan pembentukan tiga perusahaan dengan segmen yang berbeda. Sementara itu, divisi logistik dan perdagangan tetap dibawah Sime Darby Bhd.

Ditargetkan Sime Darby Plantation mulai masuk Bursa Malaysia pada akhir tahun ini, maksimal awal tahun 2018.

Saat ini, direksi Sime Darby Berhard menyepakati pendaftaran kedua entitas mandiri ini Bursa Malaysia Securities Berhad.  Nantinya, Maybank Investment Bank Berhad ditunjuk sebagai penasehat aksi korporasi  Sime Darby.

Laba bersih Sime Darby naik lebih dua kali lipat menjadi RM644 juta untuk kuartal kedua yang berakhir berakhir 31 Desember 2016. Peningkatan laba bersih tidak terlepas dari pertumbuhan pendapatan yang mencapai RM12.34 miliar atau naik 4,3%  dari RM11.83 miliar dari periode sebelumnya. Kenaikan ini ditopang membaiknya harga minyak sawit mentah (CPO) dan produksi tandan buah yang lebih baik segar.

Sime Darby Plantation mengelola kebun sawit yang tersebar di Malaysia, Indonesia, Liberia, Papua Nugini dan Kepulauan Solomon dengan total lahan perkebunan sawit seluas 629.000 hektare.Di Indonesia,  Sime Darby Plantation menjadi induk PT Minamas Plantation beroperasi di 8 provinsi mulai dari Aceh sampai Sulawesi Tengah. Total luas areal perkebunan mencapai 275 ribu hektare dengan dukungan 24 unit pabrik kelapa sawit, dua unit kernel crushing plant, dan satu refineri.

.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.