Kondisi Kekinian, Tantangan dan Realitas Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Eko Zulkifli,SP,M.Sc *

  1. Latar Belakang

Berdasarkan data yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Perkebunan ternyata sampai dengan tahun 2015 perkembangan luas perkebunan kelapa sawit mengalami kenaikan yang sangat luar biasa, menjadi 11.300.370 hektar namun secara komposisi luas kepemilikan perkebunan kelapa sawit di dominasi oleh perusahaan swasta dan perkebunan rakyat, sedangkan perkebunan milik negara mengalami penurunan drastis. Adapun luas perkebunan kelapa sawit rakyat seluas 4.575.101 hektar (40,48 %), perkebunan swasta seluas  5.975.109 hektar (52,89%) dan perkebunan milik negara seluas 750.160 hektar (6,63%).

Komoditas Perkebunan merupakan salah satu andalan bagi pendapatan nasional dan devisa bagi negara Indonesia. Sektor Perkebunan terutama perkebunan kelapa sawit menjadi salah satu  penyumbang  dalam penyerapan tenaga kerja, dengan rasio 0,2 HK (tenaga kerja) /hektar, berdasarkan data diatas yaitu dengan luasan total 11.300.370 hektar maka total tenaga kerja langsung yang bekerja disektor perkebunan sebanyak +2,2 juta tenaga kerja,artinya persoalan pengganguran tenaga kerja dapat terkurangi dengan kehadiran Perkebunan, terutama perkebunan kelapa sawit.

Sejatinya membahas tentang Perkebunan Kelapa Sawit harus melingkupi berbagai persoalan-persoalan yang sangat mendasar dan substansial. Pada Saat sekarang ini kehadiran dan  peran pemerintah sangatlah diharapkan, berbagai persoalan penting yang berpengaruh terhadap ketahanan dan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit menjadi penting dan harus menjadi perhatian semua kalangan terutama kalangan pemegang kebijakan. Isu lingkungan yang kerap kali dilontarkan terhadap perkebunan kelapa sawit oleh  berbagai kalangan, baik dari internal maupun kalangan eksternal menjadi “bola liar” yang berpotensi merugikan bahkan mengancam keberlanjutan industri perkebunan kelapa sawit di negara kita, munculnya resolusi yang dikeluarkan oleh Unieropa mengenai pembatasan nilai ekspor CPO menjadikan tantangan tersendiri yang harus disikapi dengan hati-hati dan bijaksana.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.