INDONESIA BUTUH BADAN SAWIT NASIONAL Oleh : Dr. Tungkot Sipayung (Bagian Kedua-Selesai)

 

TUNTUTAN PENGELOLAAN BARU

Berkembangnya industri sawit nasional menjadi suatu Megasektor Sawit, memerlukan perubahan paradigma, cara dan lingkup pengelolaan. Apalagi dengan peran strategis Megasektor Sawit dalam pembangunan Indonesia tersebut di atas, menuntut perubahan pengelolaan Megasektor Sawit yang integratif ke depan. Mengelola perkebunan sawit yang hanya sektoral berbeda dengan pengelolaan suatu Megasektor Sawit yang notabene juga pemain pasar minyak nabati global.

Sebagai produsen terbesar minyak sawit dunia, Indonesia perlu menempatkan diri (merebut) sebagai pemimpin industri/pasar minyak sawit global. Standar mutu industri dan perdagangan produk-produk minyak sawit global, hendaknya datang dari Indonesia dan diperjuangkan menjadi standar mutu global minyak sawit. Selain itu, Indonesia juga perlu merebut posisi sebagai pemimpin IPTEK sawit dunia. Indonesia yang telah satu abad menekuni IPTEK sawit, harus percaya diri dan lebih menguasai IPTEK seluruh mata rantai pasok (supply chain) dan seluk beluk sawit dibandingkan dengan negara-negara Barat yang tidak memiliki sawit.

Inisiasi standar mutu ISPO (Indonesia Sustainability Palm Oil) yang diberlakukan secara mandatori sejak tahun 2011 merupakan bagian langkah menjadi pemimpin standar mutu minyak sawit global. Mutu keberlanjutan (sustainability) yang sesunguhnya merupakan atribut supply chain dari hulu sampai ke hilir, dari laboratorium bibit sampai ke meja makan konsumen dan bersifat tertelusuri (traceable). ISPO (juga RSPO) saat ini masih mencakup salah satu mata rantai sawit yakni perkebunan sawit (on-farm). Untuk menjadi pemimpin standar mutu minyak sawit global, ISPO harus naik kelas dan diperluas dari ISPO on-farm menjadi ISPO-Megasektor Sawit (totally supply chain) yang diperjuangkan menjadi sistem tata kelola dan sertifikasi sustainability sawit global.

Posisi Indonesia sebagai Ketua Dewan Produsen Minyak Sawit (Council of Palm Oil Producing Countries, CPOPC) akan memudahkan menginternasionalisasi standar mutu minyak sawit tersebut. Dengan cara demikian, Indonesia sebagai produsen terbesar minyak sawit dunia, tidak menari dengan “irama gendang” negara-negara lain yang tidak memiliki kebun sawit seperti saat ini. Sebaliknya yang harus diperjuangakan adalah negara-negara konsumen minyak sawit menari mengikuti “irama gendang” Indonesia dalam pasar minyak dunia.

Untuk mewujudkan sebagai pemimpin standar mutu industri dan produk minyak sawit global yang demikian, Megasektor Sawit memerlukan pengelolaan yang integratif dari hulu sampai ke hilir; dari sentra perkebunan sawit ke pasar internasional. Mengintegrasikan standar mutu dari hulu ke hilir, dari sentra kebun-kebun sawit ke sentra-sentra konsumen disetiap negara. Mengintegrasikan kebijakan merespons perubahan pasar dari negara-negara importir minyak sawit ke seluruh komponen Megasektor Sawit secara cepat dan efisien.

Kebutuhan pengelolaan integratif Megasektor Sawit makin mendesak diperlukan terutama mempercepat industrialisasi ke depan. Sampai saat ini Megasektor Sawit nasional masih berada pada tahap awal industrialisasi yakni pada fase memanfaatkan kelimpahan sumber daya alam (factor-driven). Tahap industrialisasi Megasektor Sawit yang lebih maju dan segera kita masuki adalah tahap peningkatan produktivitas (capital-driven) dan selanjutnya pada tahap peningkatan produktivitas total dan nilai tambah tinggi melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan SDM kreatif (innovation-driven).

Jika pada saat ini (fase factor-driven) Megasektor Sawit lebih banyak diperankan Sektor Kebun Sawit, fase industrialisasi Megasektor Sawit lebih maju tersebut akan lebih banyak diperankan oleh Sektor Hulu, Sektor Hilir dan Sektor Jasa Penunjang, yang diintegrasikan dengan Sektor Perkebunan Sawit. Industrialisasi lanjutan tersebut akan membawa Megasektor Sawit pada produktivitas tinggi, menikmati nilai tambah tinggi dari ratusan produk jadi dan menghasilkan /menghemat devisa setidaknya 5 kali dari saat ini.

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.