Bupati Merauke Minta LSM Tidak Ganggu Investasi

Masyarakat Merauke mendukung kehadiran investasi di wilayahnya. Mereka keberatan dengan sejumlah kampanye negatif LSM dari dalam dan luar negeri.

Frederikus Gebze, Bupati Merauke meminta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dari dalam dan luar negeri untuk berhenti mengganggu investasi di Merauke. Sebab menurut Bupati Frederkus Gebze, kehadiran  investor tersebut sangat dibutuhkan pemerintah daerah. Karena  pemerintah tidak memiliki dana yang cukup untuk membangun semua fasilitas yang ada sehingga butuh investor dari luar, salah satunya perkebunan kelapa sawit sesuai dengan potensi yang ada di Kabupaten Merauke.

Yang terjadi sekarang, kata Bupati  Frederikus Gebze adalah masalah ini  dimanfaatkan oleh NGO atau para LSM yang membuat kampanye  hitam tentang kelapa sawit. Karena itu, ia berharap media  massa bisa membantu para investor di Merauke untuk menyampaikan yang sesungguhnya terjadi. Tidak seperti yang dikampanyekan tersebut. ‘’Saya harap, media massa membantu investor yang masuk ke Merauke,’’ harapnya.

Frederikus Gebze menilai para investor  termasuk perkebunan kelapa sawit  yang masuk ke Merauke selain membuka  lapangan pekerjaan juga mensejahterahkan masyarakat sehingga hasilnya sangat jelas. ‘’Jadi tidak semena-mena,’’ terangnya.

‘’Kehadiran   perkebunan kelapa sawit selama ini telah dievaluasi dan cukup memberikan kontribusi,’’ tambahnya.

Bupati mengungkapkan, dari 7 perusahaan  perkebunan kelapa sawit yang melakukan investasi di Merauke, ada 4  koperasi sudah terbentuk diantaranya adalah PT Dongin Prabhawa (grup dari Korindo).

‘’Karena salah satu   ketentuan perundangan-undangan, adalah apabila ada investor yang masuk ke suatu wilayah wajib memberikan konsesi 20 persen dari total lahan yang ada untuk dibuat PIR. Dimana 20 persen ini dikelola oleh masyarakat setempat baik oleh pemilik hak ulayat, marga dusun dan sebagainya,’’ tegas Bupati Frederikus Gebze.

Ikut merasa dirugikan, warga Mam  dari 5 kampung yang ada di Distrik Ngguti juga dengan tegas meminta LSM luar negeri, seperti Mighty Earth dari Amerika, dan AidEnvironment dari Belanda untuk stop dan berhenti melarang pembukaan lahan  kelapa sawit untuk pemilik hak ulayat di Mam, Distrik Ngguti, Kabupaten Merauke Papua, pekan lalu (8/7).

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.