Anggota Komisi VII DPR RI Rofik Hananto menyerahkan paket Konverter Kit (Konkit) Pompa Air Bahan Bakar Gas (BBG) kepada petani di Banjarnegara, Kamis (24/11). Penyerahan dilakukan di Balai Penyuluh Pertanian di Purwanegara, Kab. Banjarnegara, Jateng

Bantuan merupakan program kemitraan Kementerian ESDM RI dengan Komisi VII DPR RI. Banjarnegara sebagai salah satu Dapil Rofik mendapatkan 347 paket konkit yang diberikan kepada petani sasaran. Dapil Jateng VII sendiri total mendapatkan 1.500 paket konkit, dimana Purbalingga mendapatkan 605 paket dan Kebumen mendapatkan 548 paket.

“Khusus tahun ini sebanyak 1.500 konkit. Purbalingga 605 buah, Kebumen 487 buah, dan Banjarnegara 347 buah. Sementara untuk tahun 2023, saat ini sedang dilakukan pendataan. Saya harapkan tahun depan Banjarnegara dapat 1.000 konkit,” ujar anggota Fraksi PKS DPR RI tersebut. Pada acara penyerahan di Banjarnegara, Rofik meminta petani penerima konverter kit untuk menjaga dan memanfaatkan bantuan dengan baik.

“Jangan disalahgunakan. Jangan dijual. Tolong dirawat dan dipakai seoptimal mungkin, karena konverter kit ini lebih hemat dibandingkan pakai BBM dengan perbandingan hampir 50%. Jika pakai bensin bisa menghabiskan sekitar Rp60.000, kalau pakai ini hanya butuh Rp20.000,” ujar Rofik.

Menurut Rofik, program Konkit ini memiliki banyak manfaat. Selain untuk pertanian, pompa bisa dimanfaatkan untuk keperluan lain, seperti menyedot air di pemakaman yang tergenang air,  untuk kolam ikan. “Boleh dipakai macam-macam. Yang penting jangan dijual,” candanya. Pj Bupati Banjarnegara Tri Harso Widirahmanto menyampaikan terima kasih kepada Rofik. Hal itu diungkapkan Plt Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Herrina Indri Hastuti saat membacakan sambutan Pj Bupati.

“Apa yang dilakukan hari ini, mengganti peralatan pertanian berupa pompa air yang menggunakan bahan bakar minyak diganti dengan bahan bakar gas sebagai sebuah langkah sangat tepat,” ujarnya. Karena bagi petani kenaikan harga BBM sangat dirasakan bagi mereka yang menggunakan BBM tersebut untuk mendukung aktifitas budidaya. Seperti untuk operasional pompa air maupun peralatan mesin pertanian lainnya.

“Penggunaan paket konverter berbahan gas ini menjadi efektif dan efisien bagi para petani karena biaya operasional lebih murah dibandingkan menggunakan BBM. Selain itu dapat meningkatkan penggunaan energi ramah lingkungan untuk mengurangi polusi udara dan pencemaran lingkungan,” ujarnya.

Perwakilan Ditjen Migas KESDM RI Sabardiman mengatakan, program konversi ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2019. Total paket konkit yang sudah diberikan kepada petani sebanyak 44.448 paket. Dan tahun ini akan dibagikan 30 ribu paket ke 50 kabupaten/kota se Indonesia.

“Ke depan mudah-mudahan bisa semakin banyak petani yang mendapatkan paket ini. Semoga dapat bermanfaat, tolong dirawat, dijaga, tidak boleh dijual. Tujuan program ini selain untuk ketahanan energi, juga agar kesejahteraan petani meningkat,” katanya.

Usai penyerahan secara simbolis, Rofik dan Pj Bupati meninjau pelaksanaan pembagian paket konverter kit tersebut. Rofik juga menyaksikan penggunaan mesin pompa air yang menggunakan bahan bakar gas untuk menyedot air.

Sumber: dpr.go.id

Share.