Resolusi Sawit Sulit Diimplementasikan di Uni Eropa (Bagian VIII)

Dari sisi pasar, maka faktor harga memiliki pengaruh yang sangat besar dalam impor CPO Uni Eropa. Kedudukan CPO di Uni Eropa, bisa dilihat sebagai barang substitusi dan CPO memiliki harga yang relatif lebih rendah sehingga CPO mengalir deras ke Uni Eropa. Dimana pada tahun 2015 ratio harga CPO/RSO  adalah 0,67 dimana dengan harga untuk membeli 2 ton RSO bisa mendapat 3 ton CPO. Uni Eropa diuntungkan sebesar 1 ton dengan jumlah yang sama.

Faktor kedua (disamping harga) yang mempengaruhi permintaan impor CPO Uni Eropa adalah tingkat konsumsi minyak nabati Uni Eropa relatif sudah tinggi dan terkait dengan industri domestik di Uni Eropa. Ketika rasio harga antara CPO dan Rapeseed oil (RSO) maupun dengan Sunflower Oil (SFO) mendekati satu, ternyata permintaan terhadap CPO masih tetap tinggi, maka hal ini menunjukan bahwa CPO juga bersifat complemntsry untuk memenuhi kecukupan permintaan (demand) minyak nabati di Uni Eropa. Faktor ketiga, dari sisi supply CPO tidak mudah digantikan oleh rapeseed, karena rapeseed oil termasuk thin market di pasar global.

Produksi rapeseed umumnya dikonsumsi negaranya sendiri dan hanya sedikit yang dapat diperdagangkan (diekspor) kepasar global. Meskipun permintaan pasar tinggi , namaun ketersediaannya rendah dan hal ini termasuk mempengaruhi harga RSO relatif lebih tinggi dibandingkan dengan CPO. Faktor keempat yang berhasil menciptakan terend positif ekspor CPO ke Uni Eropa adalah keberhasilan pemerintah, baik dalam lobby Internasional ke Uni Eropa dan dukungan kebijakan Sustainability baik ISPO maupun RSPO sesuai tuntutan pasar Uni Eropa.

Sumber: PASPI dan GAPKI

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like