PT Meroke Tetap Jaya Lengkapi Kebutuhan Nutrisi Sawit

Produktivitas tanaman sawit yang tinggi dapat diperoleh dengan melakukan pemupukan yang tepat dan berimbang. Pemupukan sendiri adalah salah satu aspek pemeliharaan yang sangat penting untuk tanaman sawit.

Membahas pemupukan yang tepat dan berimbang untuk tanaman sawit, Marketing Manager PT Meroke Tetap Jaya, Catur Dian Mirzada mengatakan hasil panen akan optimal jika pupuk yang diberikan mengandung setidaknya 6 unsur makro (N, P, K, Ca, Mg, dan S) serta 8 unsur mikro (B, Fe, Cu, Mn, Zn, Mo, Na, dan Cl). Penyerapan pupuk yang optimal ini tergantung pada ketersediaan air dalam tanah.

“Untuk memenuhi kebutuhan unsur hara pada tanaman sawit yang pas, saat ini sudah banyak yang menggunakan pupuk majemuk dengan maksud untuk efisiensi harga dan aplikasi. Memang, pupuk majemuk itu lebih praktis, ketersediaan hara lebih lengkap, dan menurut saya sangat cocok untuk petani yang ingin menerapkan program pemupukan yang tepat dan berimbang,” ucap Catur yang sudah 20 tahun lebih menekuni dunia pertanian, terutama nutrisi tanaman.

Pria lulusan IPB jurusan Agronomi ini apresiasi tren penggunaan pupuk majemuk, sebab PT Meroke Tetap Jaya mempunyai produk-produk pupuk majemuk yang bisa diaplikasikan untuk tanaman sawit. Seperti, NPK Mutiara SPRINTER 20 10 10 dan Korn-Kali+B.

NPK Mutiara SPRINTER 20 10 10

NPK Mutiara SPRINTER 20 10 10 adalah pupuk NPK majemuk yang tentunya memiliki kandungan Nitrogen tinggi, yang membuat pertumbuhan tunas dan daun tanaman sawit lebih cepat pada fase vegetatif, daun pun lebih hijau. Pemberian pupuk N berpengaruh sangat nyata terhadap parameter lingkar batang saat pembibitan utama (Sudradjat et al., 2014).

Baca Juga :   Pasar Sawit Jepang Menggiurkan

Sementara kandungan unsur Fosfat dan Kalium yang seimbang membuat pertumbuhan batang tanaman kelapa sawit lebih cepat besar dan sempurna.

Menurut Manager Area PT Meroke Tetap Jaya untuk wilayah Jambi dan Bengkulu, Negrianto, petani di wilayahnya sudah mengaplikasikan NPK Mutiara SPRINTER 20 10 10 ini pada tanaman sawit. Hasilnya memuaskan.

“Petani saya bilangpupuk NPK Meroke SPRINTER 20-10-10 josssbanget! Pertumbuhan bibit sawitnya menjadi ngebut,” ucap Negrianto, Manager Area PT Meroke Tetap Jaya untuk wilayah Jambi dan Bengkulu.

Korn-Kali+B

Untuk mengoptimalkan keseimbangan unsur hara Kalium dan Magnesium pada tanaman sawit, Catur merekomendasikan Korn-Kali+Batau yang disingkat KKB. Pupuk granular yang berwarna abu-abu kemerahan ini mengandung K2O 40 %, MgO 6 %, S 4 %, dan B2O3 0,8 %.

Kalium dan Magnesium (Sastrosayono, 2003) adalah unsur hara yang sangat penting untuk tanaman sawit. Unsur ini jika di berikan sesuai dengan dosis kebutuhan akan mempengaruhi pertumbuhan dan produksi kelapa sawit, dan kekurangan kedua unsur ini akan mengakibatkan pertumbuhan tanaman menjadi abnormal dan penurunan produksi (Rankine dan Fairhurst, 1999).

“Formula KKB ini unik dan formula rasionya memang khusus untuk sawit. Pupuk ini merupakan kombinasi terbaik dari MOP yang mengandung Kalium, ESTA Kieser-MAG yang mengandung Magnesium dan Sulfur, juga Boron dalam bentuk Sodium Borat. Semuanya sudah ada dalam satu butir KKB. Dengan KKB, penyebaran hara pun menjadi lebih merata, dan produksi tanaman sawit lebih baik,” jelas Catur.

Baca Juga :   Produksi Minyak Nabati Amerika Serikat

Pemakaian 6 kg pupuk KKB, kata Catur, setara dengan 4 kg pupuk KCl/MOP; 1,3 kg pupuk ESTA Kieser-MAG; dan 100 gram pupuk Borate. Dengan aplikasi 4-6 kg KKB per pohon yang dibagi menjadi dua kali akan memenuhi kebutuhan K, Mg, dan B selama setahun pada Tanaman Menghasilkan (TM) KelapaSawit. Sehingga, aplikasi KKB menjamin penyerapan dan penggunaan unsur hara K, Mg, dan B secara efisien oleh tanaman sawit.

“Jika petani membandingkan dengan aplikasi pupuk tunggal, biaya aplikasi pupuk KKB ini lebih hemat. Ini lah keuntungan utama menggunakan pupuk majemuk untuk tanaman sawit. Meski demikian, ada satu produk unggulan kami dari kategori pupuk tunggal untuk tanaman sawit, yaitu Solu MAG,” ucap Catur.

SoluMAG

Jika ditanya produk untuk pupuk tunggal yang tepat pada tanaman sawit, Catur tak segan-segan menyebut Solu MAG. Pupuk ini cocok untuk diaplikasikan pada semua tipe tanah dan tidak tergantung pada pH tanah, dan juga cepat tersedia untuk tanaman.

Solu MAG ini tepat digunakan untuk hasil produksi tandan buah segar dan rendemen kelapa sawit yang lebih tinggi. Sebab, ada MgO 27 % dan S 20 % pada setiap butirnya.

Baca Juga :   Industri Minyak Sawit Indonesia Menuju 100 Tahun NKRI (Bagian LXXII)

Pupuk tepung yang berwarna abu-abu keputihan ini dikhususkan untuk menyeimbangkan unsur hara dalam sistem pertanian intensif yang bertujuan untuk mendapatkan produktivitas dan kualitas produksi tanaman sawit yang tinggi.

Ketersediaan unsur hara Magnesium yang optimal pada Solu MAG dapat menghasilkan hijau daun dan meningkat kanproduksi asimilat untuk mendapatkan hasil produksi yang tinggi. Magnesium merupakan pusat atom dari molekul klorofil, yang menjadi pigmen warna hijau di daun.

Sementara Sulfur terlibat dalam beragam proses metabolisme tanaman, seperti: fotosintesa, pembentukan gula dan pati, asam amino dan protein, serta sintesa minyak dan lemak.

“Kandungan rasio pupuk pada Solu MAG dapat meningkatkan fungsi enzim, sintesa protein, dan pembentukan umbi sehingga hasil panen dan kualitas meningkat. Tanaman sawit bisa tumbuh lebih baik,” ucap Catur.

Selain Solu MAG, PT Meroke Tetap Jaya memiliki 4 produk pupuk tunggal pilihan lainnya, yaitu Meroke ZA, Meroke TSP, Meroke ROCK, dan Meroke MOP.

Dalamwaktudekat, Catur menuturkan akan ada empat formula baruuntuk tanaman sawit dari PT Meroke Tetap Jaya dalam segmen produk NPK.

“Kedepannya, kami akan meluncurkan produk NPK untuk tanaman sawit. Ada NPK 12-12-17+2, NPK 13-6-27, NPK 13-8-27, dan NPK 13-6-27. Ini inovasi dari kami untuk melengkapi kebutuhan nutrisi dari bisnis sawit,” ungkap Catur.

(Selengkapnya dapat di baca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 96)

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like