Majalah Sawit Indonesia Edisi 56

Rp32,000.00Rp66,000.00

SALAM SAWIT INDONESIA, Sebagai industri penghasil devisa terbesar di Indonesia, kelapa sawit tidak bisa lagi dikelola tradisional dan memakai manajemen keluarga. Industri sawit adalah industri padat modal dan padat karya yang sifatnya jangka panjang. Sudah sepantasnya mengaplikasikan manajemen perkebunan yang moderan dan berteknologi tinggi. Walaupun, di sejumlah kebun masih ditemukan mesin teleks (Teleprinter Exchange- mesin pengirima pesan panjang sebelum faksimili). Namun, pengunaan mesin teleks tidak lagi cocok dipakai perusahaan kelapa sawit skala kecil sampai besar.

Clear
SKU: N/A Category:

Description

Sawit dan Aplikasi Teknologi Informasi

SALAM SAWIT INDONESIA, Sebagai industri penghasil devisa terbesar di Indonesia, kelapa sawit tidak bisa lagi dikelola tradisional dan memakai manajemen keluarga. Industri sawit adalah industri padat modal dan padat karya yang sifatnya jangka panjang. Sudah sepantasnya mengaplikasikan manajemen perkebunan yang moderan dan berteknologi tinggi. Walaupun, di sejumlah kebun masih ditemukan mesin teleks (Teleprinter Exchange- mesin pengirima pesan panjang sebelum faksimili). Namun, pengunaan mesin teleks tidak lagi cocok dipakai perusahaan kelapa sawit skala kecil sampai besar.

Penggunaan sistem manajemen perkebunan yang bersifat online harus dipertimbangkan pemilik kebun sawit. Tidak bisa lagi data produksi kebun baru dikirim berkala secara mingguan. Idealnya, data dapat diperoleh dalam hitungan jam bahkan menit atau detik. Atau, ketika losses terjadi di pabrik semestinya dapat diterima kabarnya pada hari itu.

Berada di area pedalaman, aplikasi manajemen perkebunan dapat membantu kegiatan monitoring dan pengawasan. Bisa saja terjadi tindakan kecurangan dan penyimpangan (fraud) yang pad akhirnya menekan produktivitas dan pendapatan. Disinilah, peran sistem manajemen perkebunan untuk memonitor, mengolah dan menyajikan data up-to date kepada pelaku usaha.

Rubrik Sajian Utama edisi ini mengangkat sistem manajemen perkebunan bernama OWL-Plantation System. Sistem ini produk dalam negeri yang dikembangkan semenjak lima tahun lebih. Pengguna sistem ini mencapai 34 perusahan di seluruh Indonesia. Tidak hanya kelapa sawit, sistem ini dapat diaplikasikan kepada komoditas lain seperti karet, kakao dan lainnya. Manajemen perkebunan berbasis ERP ini membantu proses pengawasan dari kebun sampai pabrik sawit. Data yang diperoleh bersifat realtime untuk membantu pengambilan keputusan.

OWL-Plantation System punya 11 modul yang meliputi anggaran, traksi, pabrik sawit, pemasaran, SDM dan Umum, agronomi, pengadaan, keuangan, managerial report, PAD/GIS, dan pabrikasi manufaktur. Banyak keunggulan yang dimiliki OWL-Plantation System antara lain berbasis open source. Sehingga aplikasi ini bisa dikembangkna klien OWL. Yang paling utama, SDM pengembang OWL punya latar belakang pekerjaan dari perusahaan perkebunan. Itu sebabnya, mereka memahami seperti apa kebutuhan pelaku kebun dalam penggunaan sistem manajemen perkebunan.

Pembaca, kami mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalakannya. Semoga bulan ini, kemudahan dan keberkahan menaungi kita semua.

Additional information

Weight 1 kg
Dimensions 21 x 1 x 28 cm
Kota Tujuan

Botabek, DKI Jakarta, Jambi, Lampung, Medan, Palembang, Pekanbaru, Pontianak, Samarinda, Surabaya

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Majalah Sawit Indonesia Edisi 56”

Your email address will not be published. Required fields are marked *