Polowijo Gosari Pasok Dolomit Untuk Kesuburan Rawa

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – PT Polowijo Gosari adalah produsen dolomit terbesar di Indonesia yang fokus menggarap pasar tanaman pangan, dan komoditas perkebunan sawit. Hal ini diungkapkan Adhie Widhihartho, Chief Marketing Officer (CMO), PT Polowijo Gosari, saat sarasehan bersama Jurnalis, pada Sabtu (25 Mei 2019, di Jakarta.

Menurut Adhie langkah itu, tak lain untuk mendukung program pemanfaatan lahan rawa untuk pertanian bernama Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi) Kementerian Pertanian (Kementan) yang ditargetkan 2019 seluas 500.000 hektare (ha).

“Dengan adanya program Serasi Kementan permintaan dolomit terus meningkat. “Dolomit dimanfaatkan untuk  menetralisir lahan rawa yang masam. Dengan dolomit lahan rawa kini bisa tanam dua kali dalam setahun dari biasanya hanya satu kali,” ujar Adhie.

Baca Juga :   Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian CCCLVI)

Terkait dengan program Serasi, Kementan memiliki optimasi lahan rawa di tiga provinsi yakni Sumatera Selatan. Kalimantan Selatan dan Sulawesi Selatan dengan luasan kurang lebih 500 ribu hektar. Untuk mengoptimalkan lahan rawa, pemerintah juga sudah melakukan sejumlah kegiatan di antaranya Survey Investigasi & Design (SID) Sederhana, sehabilitasi jaringan irigasi, memberikan bantuan alsistan pra dan pasca panen. Dan, bantuan Saprodi (benih, pupuk, dolomit, herbisida), integrasi budidaya hortikultura, ternak, ikan serta pengembangan usaha melalui Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang melibatkan petani milenial.

Mengacu pada target program Serasi yang menjangkau 500 ribu hektar lahan rawa sehingga membutuhkan dolomit dengan volume yang cukup besar. “Kebutuhan dolomit pada lahan bukaan baru lahan rawa yang belum ditanami membutuhkan 4 ton per ha. “Jadi permintaan dolomit di lahan rawa cukup besar,” kata Adhie.

Baca Juga :   Industri Minyak Sawit Indonesia Menuju 100 Tahun NKRI (Bagian CXCVI)

Saat ini produktivitas tanaman padi lahan rawa yang pernah tanam hanya sebesar 3 ton per ha, sedangkan yang  belum pernah tanam 2 ton/ha. Dengan dolomit kesuburan lahan rawa meningkat, sehingga produktivitas akan naik

Adhie meyakini dolomit mampu memperbaiki kondisi lahan pertanian dan sekaligus meningkatkan kesuburan tanah. “Selain mampu meningkatkan produktivitas dan kesuburan tanah, keunggulan dolomit yang digunakan pada lahan pertanaman padi di Jawa, ternyata tanaman padi lebih tahan terhadap hawa wereng batang cokelat. Jadi dolomit bukan hanya memperbaiki kesuburan tanah, tapi juga meningkatkan daya tahan tanaman terhadap hama penyakit,” ucapnya.

Kemampuan dolomit yang bisa memperbaiki kondisi tanah tidak dimiliki pupuk organik lain. Dolomit bagian dari pupuk organik dan bukan pupuk kimia yang mengandung Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg). Kedua zat itu sangat dibutuhkan tanah yang rusak dan masam untuk meningkatkan kesuburannya.

Baca Juga :   Eropa Sadar Boikot Sawit Bukan Solusi
3 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like