Petani Belajar Pengendalian Ganoderma di Negeri Jiran

Petani masih awam gejala serangan ganoderma di perkebunan sawit. Jika terus dibiarkan, rencana pemerintah meningkat produktivitas sawit akan terganjal. Pengurus Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) terbang ke Malaysia untuk mempelajari lebih detil ganoderma termasuk pengendaliannya.

Ancaman ganoderma mulai dikhawatirkan petani sawit. Rino Afrino, Sekretaris Jendral APKASINDO, mengakui simptom ganoderma mulai terlihat di perkebunan petani. Tetapi tidak semuanya mengerti pangkal mula munculnya ganoderma. Yang lebih memprihatinkan, cara pengendalian ganoderma belum banyak diketahui.

Selama tiga hari, 13-16 Agustus 2019, Rino Afrino dan tiga pengurus APKASINDO: Gus Harahap (Ketua Harian), Suhendrik, dan Siswanto berkunjung ke Kuala Lumpur dan Johor Bahru, Malaysia.  Di Negeri Jiran, mereka bertemu manajemen, perusahaan pupuk All Cosmos Industries Sdn.Bhd, pengelola perkebunan sawit Mados’s Plantation Paloh,  dan  peneliti Malaysian Palm Oil Board.

“Di Sumatera Barat, saya pernah berkunjung ke kebun teman. Ada salah satu pohon yang terserang ganoderma. Gejalanya muncul pelepah pucuk di daun paling atas. Begitu saya bilang  pohonnya kena ganoderma. Dia tidak percaya,” kata Gus Harahap.

Menurutnya, petani sawit tidak terlalu paham gejala pohon yang terserang ganoderma. Kalau terus  dibiarkan, serangan cendawan penyebab busuk pangkal batang akan mengganggu produktivitas sawit petani.

Di Malaysia, All Cosmos Industries Sdn.Bhd sudah dikenal sebagai produsen pupuk bio kimia dan bio organik. Rombongan pengurus DPP APKASINDO mengunjungi kantor pusat All Cosmos Industries Sdn, Bhd, yang berlokasi di Kawasan Industri Pasir Gudang, Johor Bahru. Ruslan, Direktur All Cosmos Industries Sdn, Bhd menerima rombongan yang didampingi perwakilan All Cosmos Indonesia. Dalam presentasinya, ia menjelaskan strategi peningkatan produktivitas sawit salah faktor penentu adalah pemilihan pupuk.  Pupuk andalan perusahaan adalah pupuk NPK Bio Kimia MPOB F4 RealStrong mengandung unsur 3 in 1. Pupuk ini  dilengkapi unsur hara NPKMgB+TE, mikroorganisme, dan bahan organik. Selain itu, kandungan pupuk NPK Bio Kimia MPOB F4 terdiri dari 70% kimia, 20% organik dan 10% Zeolite. Unsur hara kimia di dalam pupuk NPK MPOB F4 terdiri dari komposisi N:9, P2O5:6, K2O:18, MgO:2, B2O3:0,5, dan TE. Sedangkan, bahan organik yang digunakan berasal dari kopi, coklat, beras, abu janjang sawit dan palm decanter cake. Unsur mikro yang terdapat dalam pupuk ini berjumlah 17 unsur yang sangat dibutuhkan oleh tanaman.

Di dalam brosurnya, pupuk NPK bio kimia MPOB F4 memiliki empat fungsi antara lain; a) menaikkan kandungan bahan organik tanah, b) meningkatkan kemampuan tanah menahan hilangnya unsur hara di dalam tanah, c) meningkatkan daya serap unsur hara oleh tanaman, d) meningkatkan produksi, e) menaikkan nilai pH tanah, dan f) meningkatkan ketersediaan unsur hara di dalam tanah.

Dato’ Tony Peng, CEO All Cosmos, menjelaskan pihaknya mempunyai visi untuk mengedukasi pemangku kepentingan industri dan petani berkaitan persoalan ganoderma.“Pihaknya sangat terbuka bekerjasama dengan petani,” jelasnya.

(Selengkapnya dapat di baca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 94, 15 Agustus – 15 September 2019)

5 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like