JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Dirjen Perkebunan, Andi Nur Alamsyah, diminta segera membantu petani sawit untuk mendongkrak harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit yang anjlok dalam dua bulan terakhir. Pesan ini disampaikan oleh Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertanian RI setelah pelantikan Dirjen Perkebunan, Andi Nur Alamsyah, di Kementerian Pertanian, Jumat (1 Juli 2022).

“Harga TBS sawit turun memang karena tanki pabrik penuh. Selain itu, industri sawit belum sepenuhnya berjalan,” ujar Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertanian RI.

Untuk itu, Menteri Syahrul meminta Dirjen Perkebunan supaya menjaga harga beli TBS dapat dibeli sesuai regulasi yang berlaku.

“Ingat jangan permainkan (harga TBS petani). Apabila produksi tidak berjalan ini akam merusak buah sawit petani,” ujar Syahrul.

Kepada semua pihak, Syahrul menegaskan supaya harga TBS petani sesuai norma regulasi yang berlaku.

“Jika TBS sawit petani tidak dibeli sesuai normatif, ini akan menjadi masalah,” urainya.

Untuk itu, Syahrul berpesan kepada Dirjen Perkebunan agar secepatnya mencari solusi atas permasalahan Harga TBS petani.

“Segera cari solusi, bahkan kami harapkan supaya (harga) TBS naik. Biar mereka bisa membuat pabrik minyak sawit merah. Jangan semua lari ke industri, ” tegasnya.

Sebagai informasi, Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, bergerak cepat untuk mengawasi harga TBS (Tandan Buah Segar) sawit petani yang turun setelah pencabutan larangan ekspor CPO dan minyak goreng serta bahan bakunya. Kebijakan ini dilakukan melalui penerbitan surat edaran kepada Gubernur/Bupati/Walikota daerah sentra sawit pada 9 Juni 2022.

Dalam surat bernomor 112/KB.120/M/6/2022 terdapat empat point utama sebagai tindak lanjut arahan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi dalam Rakor Progres Kebijakan Minyak Goreng Curah Rakyat pada 7 Juni 2022.

 

 

Share.