JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Untuk membekali mahasiswa taruna sawit (red-mahasiswa/i AKPY-Stiper) yang pada 20 Juni mendatang. Sejumlah 285 mahasiswa/i mendapatkan pesan dari Direktur Perlindungan Perkebunan, Kementerian Pertanian, Ir. Baginda Siagian, M.Si, selaku penanggung jawab program pengembangan sumber daya manusia (SDM) di perkebunan kelapa sawit.

Seperti diketahui, mahasiswa Diploma I AKPY-Stiper yaitu penerima beasiswa dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) – Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian dan beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP-Kuliah).

Pada kesempatan itu, Baginda Siagian mengutarakan selama menjalani pendidikan mereka (mahasiswa) mendapatkan basic ilmu perkebunan yang kaitannya dengan tanaman kelapa sawit yaitu mulai dari persiapan lahan, pembibitan, penanaman, perawatan hingga panen. “Mungkin beberapa mahasiswa sudah ada yang memiliki sedikit pengetahuan kelapa sawit karena mereka anak pekebun/petani sawit. Tetapi untuk pekerjaan di lapangan (perusahaan perkebunan) mereka sama sekali belum berpengalaman,” ujarnya saat ditemui di Yogyakarta, Jum’at (10 Juni 2022).

“Untuk itu, saya sampaikan empat poin sebagai pesan untuk mahasiswa yang akan melaksanakan magang baik di perusahaan perkebunan maupun di perkebunan rakyat (koperasi) yaitu etos kerja, etika kerja, integritas dan kemampuan berkomunikasi.

“Empat poin ini kami sampaikan pada mereka (mahasiswa) masih minim pengalaman kerja, baru kuliah belum genap satu tahun kemudian akan melaksanakan magang di perusahaan dan harus berhadapan dengan dunia real (kerja),” imbuh Baginda.

Pesan itu, disampaikan agar Taruna Sawit bisa melaksanakan magang dengan baik, etos kerja, etika kerja, integritas dan kemampuan berkomunikasi harus dimiliki. Empat poin itu harus dimiliki ketika terjung ke dunia kerja, walaupun statusnya masih magang. Dan yang tak kalah penting mahasiswa harus memiliki mental yang kuat.

“Supaya mereka (mahasiswa) bisa bertahan/survive yaitu dengan etos kerja, etika kerja baik dengan atasan maupun bawahan dan dengan teman-teman selevel, integritas dan berkomunikasi dengan baik. Kalau cara komunikasi mereka baik paling tidak bisa membuat nyaman dirinya dan lingkungan kerjanya. Sebenarnya ada satu poin lagi yaitu substansi (skill) kerja, tetapi itu bagian dari perguruan tinggi yang memberikan ilmu dan skill-nya. Ini tugas mereka (perguruan tinggi) dalam memberikan kompetensi,” pesan Baginda.

Sebagai informasi, Taruna Sawit (mahasiswa AKPY-Stiper) program Diploma I, nantinya menjadi Mandor dan Krani Kebun di perusahaan perkebunan kelapa sawit dan sebagai pendamping di perkebunan sawit rakyat.

 

Share.