Persiapkan SDM Sawit, APROBI dan APOLIN Tandatangani MoU Dengan LPP Yogyakarta

Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) dan Asosiasi Produsen Oleochemicals Indonesia (APOLIN) menanda tangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Politeknik LPP pada 27 Februari 2021.

Penanda tanganan MoU dilakukan oleh Muhamad Mustangin, Direktur Politeknik LPP Yogyakarta dengan Rapolo Hutabarat, Ketua Umum Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (APOLIN) dan MP Tumanggor, Ketua Umum Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI).

Penanda tanganan MoU ini disaksikan oleh kalangan pemerintah dan asosiasi sawit antara lain Musdhalifah Machmud (Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian), Wikan Sakarinto (Dirjen Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan), Andriah Feby Misna (Direktur Bioenergi), Mohammad Abdul Ghani (Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Edy Wibowo (Direktur Penyaluran Dana BPDPKS), Ir.Gulat ME Manurung (Ketua Umum DPP APKASINDO), Irma Rachmania, Ketua Bidang Pemasaran Dan Promosi Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) dan jajaran pengurus APOLIN maupun APROBI.

Rapolo Hutabarat ,Ketua Umum APOLIN, mengutarakan MoU ini sangat strategis, mengingat pembangunan sumberdaya manusia (SDM) dari segala aspeknya merupakan keharusan bagi setiap bangsa dalam menjawab berbagai tantangan, khusunya tantangan yang akan datang. MoU APOLIN dengan LPP Politeknik Yogyakarta berkaitan empat aspek yaitu penyusunan kurikulum pendidikan, pengiriman dosen tamu, training dosen, dan magang.

Selain itu, lanjut dia, permintaan produk dasar oleochemical Indonesia juga terus meningkat setiap tahunnya. Industri oleochemical di Indonesia saat ini memiliki kapasitas 11,3 juta ton per tahun. Adapun produk oleochemical saat ini terdiri dari lima kelompok utama, fatty acid, fatty alcohol, metil ester, gliserol dan soap noodle.

“Melihat permintaan global yang tumbuh positif, kami dari Apolin mengajak perguruan tinggi  bersama-sama mencari, menggali dan mengembangkan berbagai teklongi unggul dan beragam untuk produk olechemical yang sangat dibutuhkan industri global,” ujar Rapolo.

Irma Rachmania, Ketua Bidang Pemasaran Dan Promosi Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI) menuturkan penanda tanganan kerja sama sangat penting baik Poltek LPP Yogyakarta dan APROBI untuk memperkuat kompetensi dan daya saing lulusannya.

“Perjanjian ini semakin mendukung industri sawit khususnya energi terbarukan. Kerjasama ini meningkatkan daya saing industri dan terutama kesejahteraan Indonesia,” ujar Irma yang mewakili pengurus APROBI saat memberikan sambutan. 

Ia mengharapkan MoU ini semakin memperkuat kerja sama baik APROBI dan LPP Yogyakarta.”Apresiasi tinggi kepada LPP  Yogyakarta yang memberikan kesempatan APROBI untuk penanda tanganan MoU ini,” ujarnya.

Muhamad Mustangin, Direktur Politeknik LPP Yogyakarta saat memberikan sambutan, mengatakan penanda tanganan MoU diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran di Politeknik LPP sehingga menghasilkan lulusan sesuai tuntutan dunia kerja khususnya hilir kelapa sawit.

“Sementara itu, sektor industri khususnya hilir kelapa sawit akan memperoleh sumber daya manusia sesuai kapasitas dan kapabilitas yang diharapkan. Kami ucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada APROBI dan APOLIN untuk penanda tanganan MoU ini,” ujarnya.

Ia mengatakan target MoU ini akan memiliki kurikulum sejalan kebutuhan industri hilir sawit sehingga dapat memenuhi kebutuhan industri. Lalu ada dukungan APROBI dan APOLIN berkaitan D3 sampai S1 terapan yang memerlukan dukungan industri. Selain itu, mahasiswa akan memperoleh tempat magang sehingga mereka mengetahui proses produksi di dalam industri.

“Harapan kami, ada tenag apengajar dari APROBI dan APOLIN yang berbagi pengetahuan dan update informasi, sehingga dapat memperkaya materi dan sistem pengajaran,” ujarnya.

Sementara itu, Musdhalifah Machmud, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian berpesan supaya MoU dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya terutama bagi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia, penciptaan lapangan kerja.

“Upaya dilakukan LPP Yogyakarta, APROBI, dan APOLIN dapat mendorong akselerasi bisnis dan bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat keseluruhan,” jelasnya.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V, Didi Achjari, menyebutkan kerja sama ini akan membantu   LPP meningkatkan target kerjanya dan berharapakan membantu kompetensi mahasiswa terutama dalam bidang perkebunan dan kelapa sawit. 

“Sektor pertanian dan perkebunan ini luar biasa, menyumbang surplus pada 2020 di Indonesia. Sektor ini juga suatu hal yang futuristik karena sampai kapan pun manusia butuh makanan. Pertanian akan menopang sektor yang lain. Selain membantu negara lebih maju secara ekonomi juga kemandirian bangsa,” ungkapnya. 

Wikan Sakarinto Dirjen Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyambut baik kerjasama yang sangat strategis ini antara dunia usaha dan lembaga pendidikan di sektor perkebunan karena dapat meningkatkan kemampuan tidak sebatas pangan melainkan energi terbarukan.

(Selengkapnya dapat dibaca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 113)

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like
Read More

Pabrik Sawit Petani Dibutuhkan

Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) meminta pembangunan pabrik sawit petani. Usulan ini disampaikan dalam pertemuan dengan Menko…