Perkuat Ekspor ke AS: Kemendag, Kemenlu, dan Kadin Bersinergi Bangun Jejaring Diaspora

Kementerian Perdagangan bersama Kementerian Luar Negeri dan Kadin
Indonesia berkomitmen membangun jejaring diaspora Indonesia di berbagai negara di dunia. Para
diaspora merupakan pasar potensial produk-produk Indonesia sekaligus menjadi agen promosi
dan agregator.

Demikian ditegaskan Direktur Jenderal Pegembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian
Perdagangan Didi Sumedi dalam webinar “Seri Dialog Global 500.000 Eksportir Baru: Diaspora
Ekspor Indonesia Wilayah Amerika Serikat” pada hari Kamis, 27 Mei 2020 di Jakarta.

Webinar ini dilaksanakan oleh Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (BPPEI)
Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) bersama Kementerian Luar Negeri dan
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk mendukung program penciptaan 500.000
eksportir baru, terutama dari kalangan usaha kecil dan menengah (UKM). Kegiatan ini diikuti 400
pelaku usaha dari berbagai jenis produk baik dari Indonesia maupun diaspora Indonesia di AS.

“Diaspora memiliki peranan penting dalam melakukan kolaborasi dengan pelaku usaha di negara
tempat tinggal mereka, khususnya di AS,” ujar Didi Sumedi.

Didi mengatakan, jumlah diaspora di AS tercatat sebesar 142.000 orang. Angka tersebut
menunjukkan besarnya potensi diaspora sebagai pasar, agen promosi, dan agregator
(penyambung atau perantara) bisnis produk Indonesia. Pemerintah meyakini diaspora Indonesia
dapat menjadi kekuatan untuk mendorong ekspor Indonesia ke AS.

Sementara itu, Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Ngurah Swajaya
menyebutkan, salah satu kunci peningkatan ekspor Indonesia ke Amerika yaitu melalui peran aktif
diaspora Indonesia. Diaspora Indonesia dapat berperan sebagai penghubung,
pemberi informasi, dan etalase di AS. Sehingga, warga AS dapat lebih memahami dan mencintai
produk Indonesia.

“Kami mengimbau diaspora Indonesia tetap membangun jaringan dengan pemerintah dan sesama
diaspora. Dengan peran optimal diaspora Indonesia, diharapkan dapat mendorong percepatan
pemulihan ekonomi nasional pascapandemi,” kata Ngurah.
Ketua Umum Kadin Rosan P. Roeslani menambahkan, AS

memiliki peranan penting dalam
perdagangan Indonesia. Sehingga, pihaknya terus medorong peningkatan jumlah eksportir melalui
perusahaan besar, menengah, dan pemula.

“Untuk meningkatkan jumlah UKM eksportir, kita harus dorong eksportir agar lebih memahami
digitalisasi, konsistensi, dan standardisasi,” ucap Rosan.

Acara ini juga dihadiri beberapa perwakilan diaspora yang memberikan gambaran mengenai pasar
AS bagi produk Indonesia seperti makanan dan minuman, furnitur, dan kerajinan. Hal itu
diharapkan dapat memberikan pengetahuan bagi para pelaku usaha untuk memaksimalkan
produknya di pasar AS.

AS merupakan salah satu mitra dagang penting bagi Indonesia. Begitu pula sebaliknya, Indonesia
adalah mitra dagang penting bagi AS. Total perdagangan kedua negara pada 2020 mencapai USD
27,2 miliar dengan surplus bagi Indonesia sebesar USD 10,04 miliar. AS juga merupakan 10 besar
investor terbesar Indonesia. Pada 2020, nilai investasi AS ke Indonesia tercatat mencapai USD
480,1 juta.

Sumber: kemendag.go.id

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like