Penguatan Sistem Distribusi Pertanian dan Produk UMKM dengan Menggunakan Kereta Api Logistik

Selain untuk membantu pemasaran bagi para petani dan pekebun yang ada di seluruh Indonesia, Pemerintah juga melakukan upaya kerja sama dengan salah satu perusahaan logistik berbasis kereta api untuk semakin menguatkan dukungan distribusi dari hasil pertanian dan produk UMKM serta mendorong pengembangan sistem logistik pangan.

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Musdhalifah Machmud, yang diwakili oleh Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Hortikultura Yuli Sri Wilanti bersama dengan Bupati Garut Rudy Gunawan dan PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang Kerjasama Pengiriman Barang Hasil Pertanian dan Produk UMKM Berbasis Moda Kereta Api dan Moda Pendukung Lainnya, di Pendopo Kabupaten Garut, Selasa (24/8).

Sinergi tersebut ditandai dengan pelaksanaan uji coba pengiriman perdana produk pertanian Poktan Eptilu melalui PT KAI Logistik sehari sebelumnya, Senin (23/8). Uji coba ini menggunakan kereta api Serayu Malam yang tiba di Stasiun Leles, Kabupaten Garut, pada pukul 22.30 WIB dan tiba di Stasiun Senen Jakarta pukul 04.30 WIB. Produk yang dikirimkan adalah 480 kilogram sayuran yang dikirim ke Paskomnas dan Eden Farm.

“Semua proses pengiriman berjalan lancar dan tidak ada barang yang reject dikarenakan kualitas tetap terjaga selama perjalanan. Pengiriman produk pertanian melalui PT KAI Logistik mampu mengefisienkan waktu tempuh sampai ke tujuan, serta menekan biaya pengiriman menjadi lebih efisien (murah) dibandingkan moda transportasi yang lain,” ujar Yuli.

Program Kemitraan Closed-Loop Agribisnis Hortikultura di Kabupaten Garut yang telah dimulai sejak Oktober 2020 hingga saat ini telah menunjukkan perkembangan baik dan selanjutnya akan diperluas ke beberapa wilayah lain di Kabupaten Garut. Hal ini dapat menjadi contoh untuk bisa direplikasi di beberapa kabupaten lainnya sesuai arahan Presiden RI dalam acara Food Security Summit ke-5 beberapa waktu lalu.

Ekosistem agribisnis yang kuat dan berdaya saing akan terbangun dengan adanya dukungan akses distribusi (transportasi) logistik terpadu. “Seiring bertambahnya lokasi dan meningkatnya hasil produksi, diperlukan sarana transportasi yang lebih efektif dan efisien, sehingga diperlukan kerja sama antara Pemda Garut dengan PT KAI Logistik,” tambah Yuli.

Kabupaten Garut memiliki potensi agribisnis dan UMKM yang sangat besar, jadi akan sangat baik apabila potensi tersebut didukung dengan akses distribusi logistik yang lancar. “Pemerintah Kabupaten Garut mendukung sepenuhnya kerja sama pengiriman hasil pertanian dan UMKM dengan menggunakan moda transportasi berbasis kereta api, dengan harapan mampu mengangkut produk yang dihasilkan oleh masyarakat Kabupaten Garut ke wilayah lain di Indonesia dengan jumlah yang lebih banyak sehingga mampu meningkatkan perekonomian daerah,” tutur Bupati Rudy.

Sementara itu, Plt. Direktur Utama PT KAI Logistik Ahmad Malik Syah mengatakan bahwa pihaknya juga terus berkomitmen menyempurnakan sarana dan prasarana untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan muatan barang. Hal tersebut sejalan dengan komitmen PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas dalam angkutan barang.

Sumber: ekon.go.id

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like