Pengelolaan dan Pemanfaatan Limbah Kelapa Sawit (Bagian IV)

Pemanfaatan Tankos dan Limbah Cair Sebagai Kompos

Tankos kelapa sawit dan limbah cair juga bisa dimanfaatkan sebagai kompos.Proses pembuatan kompos dimulai dengan mencacah tangkos dengan mesin pencacah, tankos yang telah dicacah ditumpuk diatas lantai semen pada udara terbuka atau dibawah atap. Tumpukan dibalik 3-5 kali seminggu dengan mesin pembalik dan disiram dengan limbah cair kelapa sawit, pengoplosan berlangsung selama 6-8 minggu.

Tujuan tankos diproses menjadi kompos adalah untuk menurunkan C/N, tangkos mempunyai nisbah C/N yang tinggi yaitu 45-55 sehingga dapat menurunkan ketersedian N didalam tanah, karena N termobilisasi dalam peroses penguraian bahan organik oleh mikro organisme tanah. Tankos yang telah dikomposkan dengan waktu sekitar 6-8 minggu mempunyai C/N: 10-15.

Baca Juga :   Indonesia Optimis Menang Dalam Sidang Gugatan RED II

Kompos yang ditambahkan pada pembibitan utama kelapa sawit dapat meningkatkan pertumbuhan bibit dibandingkan dengan tanpa aplikasi kompos. Aplikasi kompos tankos meningkatkan diameter batang bibit 18-33 persen, tinggi bibit 16-26 persen, aplikasi kompos tankos sebesar 5 persen dan pupuk standar pembibitan 50 persen menunjukan peningkatan 65 persen bobot kering biji dibandingkan dengan perlakuan 100 persen pupuk standar (Sutarta dkk, 2007).

Untuk Pabrik kelapa sawit dengan kapasitas 30 ton TBS/jam dan kerja selama 20 jam/hari akan mengolah TBS 600 ton/hari. Produk sampingan yang dihasilkan adalah:

  • Limbah cair 390 m3/hari (0,65 m3/ton TBS).
  • Tankos 138 ton/hari (23%).
  • Waktu pengomposan 42 hari dan ditambah 14 hari waktu pengeringan.
  • Kebutuhan limbah cair adalah: 42 x 138 x 0,07 = 405 m3/hari (setiap hari membutuhkan 70 lt/ton)
Baca Juga :   Presiden Jokowi Resmikan Peremajaan Sawit Seluas 900 hektare di Sumatera Utara

Dari penghitungan diatas seluruh limbah cair pabrik kelapa sawit dimanfaatkan untuk pembutana kompos (sumber: PPKS, Pengelolaan Limbah PKS, 2005). Melalui komposting, selain dapat keuntungan dari hasil kompos, dari sisi lingkungan juga dapat mengatasi limbah cair dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Limbah cair jika diolah secara biologis akan menghasilakan gas methan sedangkan dengan komposting tidak akan dihasilkan gas methan.

Sumber : Green Palm Oil Industries, GAPKI 2012

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like