John Deere traktor 3036E untuk aplikasi pemupukan secara mekanis menggunakan attachment Fertilizer Spreader (penyebar pupuk) dengan kapasitas 300 kilogram di perkebunan kelapa sawit.

 Selain bibit atau bahan tanam pada usaha perkebunan, pemupukan menjadi salah satu faktor yang wajib diperhatikan. Pasalnya, jika bibit berkualitas tetapi tidak mendapatkan asupan makanan (red-pupuk) maka tanaman tidak akan tumbuh dan berkembang dengan optimal. Tidak terkecuali pada budidaya tanaman kelapa sawit, agar dapat menghasilkan tanaman yang produktif, kelapa sawit memerlukan pemupukan agar produktivitas dan kualitas produksi tandan buah segar (TBS) menjadi optimal.

Pemupukan pada budidaya tanaman kelapa sawit bertujuan untuk menambah unsur hara yang kurang atau tidak tersedia didalam tanah, yang mana unsur hara tersebut diperlukan oleh tanaman untuk pertumbuhan vegetatif dan generatif agar didapatkan tandan buah segar yang optimal. Hal ini mejadi dasar banyak pengusaha perkebunan kelapa sawit berani berinvestasi hingga 20-25% dari total biaya produksi untuk pemupukan.

Namun, bagaimanakah metode pemupukan yang efisien untuk perkebunan kelapa sawit? Untuk mendapatkan produktivitas yang optimal dari tanaman kelapa sawit, pelaku usaha perkebunan kelapa sawit harus mengetahui kecukupan unsur hara tanaman sawit dan lingkungan tumbuhnya, serta metode pemupukan yang sesuai dengan kebutuhan unsur hara di tiap fase pertumbuhan tanaman.

Untuk mendapatkan produktivitas dan kualitas produksi sawit yang optimal, pelaku usaha perkebunan kelapa sawit perlu memahami dengan tepat jenis tanah (sesuaikan formulasi pupuk dengan unsur hara yang dibutuhkan tanaman), tepat dosis (aplikasikan pupuk pada tanaman sawit sesuai dengan anjuran agronomis/PPL setempat), tepat waktu (sesuaikan pemberian pupuk dengan kebutuhan hara di tiap fase pertumbuhannya), mulai dari pembibitan (nursery), sawit belum menghasilkan (TBM), sawit sudah menghasilkan (TM), tepat cara (ikuti petunjuk aplikasi yang tertera pada kemasan (dibenamkan/disebar) agar hara terserap dengan lebih maksimal) dan, tepat sasaran (pelajari lingkungan di sekitar tanaman budidaya dan konsultasikan dengan agronomis untuk hasil yang maksimal).

Tetapi, dalam skala industri perkebunan kelapa sawit, diperlukan alat pendukung agar pemupukan lebih efektif dan efisien. Pada umumnya di perkebunan kelapa sawit menggunakan traktor roda empat (TR4). Untuk mendukung operasional di perkebunan kelapa sawit. Dan kini perusahaan distributor alat mesin pertanian dan perkebunan ternama yaitu Wahana Inti Selaras (WISEL) di bawah naungan Indomobil Group memiliki solusi yang optimal berupa produk traktor empat roda, yaitu Traktor John Deere model 3036E dengan tenaga 36HP yang aplikatif untuk digunakan di perkebunan kelapa sawit, khususnya penggunaan untuk pemupukan mekanis dan transportasi buah di dalam blok atau gawangan.

Sales Manager (Area II), PT Wahana Inti Selaras (WISEL), Ady Herru S. Mardiono, mengungkapkan salah satu produk traktor roda empat yang dipasarkan untuk di perkebunan kelapa sawit iniadalah traktor John Deere model 3036E penggerak 4 roda (4WD) dengan daya traktor sebesar 36 HP.

“John Deere saat ini memiliki variasi tipe traktor yang paling kecil di sector Agriculture ( Pertanian dan Perkebunan ) dengan tenaga 36 HP yaitu tipe 3036E (Seri 3E) yang di produksi di Pabrik John Deere Pune – India, dengan harga yang bersaing” ungkapnya melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi.

“Traktor John Deere 3036E ini sangat sesuai untuk digunakan di perkebunan kelapa sawit, karena traktor ini juga memiliki varian Ban LGP ( Low Ground Presssure ) dari Pabrik John Deere. Selain ban LGP, juga tersedia varian ban standar agriculture-nya. Tractor John Deere 3036E ini memiliki bobot yang sangat ringan yaitu hanya 1.263 Kg dan sudah memiliki penggerak 4 Roda ( 4 WD ). Mesin Diesel John Deere sudah kondang dengan ketangguhan serta efisiensinya. Mesin John Deere seluruhnya mudah dalam perawatan dan siap menenggak solar bio-fuel. Dengan sederet kelebihannya, traktor John Deere 3036E sangatlah tepat sebagai pilihan utama dalam aplikasi pemupukan maupun koleksi buah di dalam blok atau gawangan,” imbuh Ady menjelaskan.

Lebih lanjut, Ady menambahkan John Deere 3036E ini sudah banyak jadi pilihan perkebunan sawit sebagai fertilizer spreader. Fertilizer spreader adalah aplikasi pemupukan secara mekanis dengan menggunakan attachment (implement)  bernama Fertilizer spreader (penyebar pupuk berpenggerak mekanis) yang punya kapasitas terkecil mencapai 300 Kg.

(Selengkapnya dapat dibaca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 129)

Share.