Koordinator Kegiatan ITTO, Irfan Malik Setiabudi, menyampaikan kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka pengembangan Penyiapan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) terintegrasi. Pelatihan ini sebagai alternatif pencegahan karhutla dan mendorong peningkatan ekonomi kreatif masyarakat.

“Kegiatan ini mencakup pelatihan budidaya ikan, pembangunan kolam budidaya ikan, pelatihan pembuatan pakan ikan, termasuk pengenalan dan penanggulangan potensi hama/penyakit. Panitia menghadirkan narasumber Dinas Perikanan Kabupaten Pulang Pisau,” jelas Irfan.

Irfan mengungkapkan kegiatan ini memiliki tujuan untuk meningkatkan upaya pencegahan karhutla melalui penguatan kapasitas tehnik dan manajemen para pihak terkait pada tingkat nasional dan tiga provinsi sasaran, yaitu Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan. Sebagaimana tajuk kegiatan kerjasama ini ‘Capacity Building’ sehingga lebih menekankan dalam upaya peningkatan kapasitas para pihak dalam pengendalian karhutla meliputi Masyarakat Peduli Api (MPA), Manggala Agni, dan masyarakat lokal.

Tri Setiawan, mewakili Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Kalimantan menyampaikan bahwa upaya pengendalian karhutla hendaknya selalu mengedepankan aspek pencegahan serta sinergi dan kolaborasi dengan para pihak untuk bersama-sama turut bertanggungjawab dan berkontribusi dalam penanganan karhutla.

“Sinergi dan kolaborasi para pihak mencakup sektor swasta, masyarakat, NGO, bahkan dukungan internasional. Tidak kalah penting sinergi dan kolaborasi dengan para pihak di tingkat tapak seperti pemerintahan desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan masyarakat. Seperti kegiatan yang kita lakukan sekarang ini,” jelasTri.

“Sebagian besar penyebab karhutla di Indonesia berkaitan dengan aktivitas manusia yang dilandasi oleh faktor ekonomi. Integrasi kegiatan ini mencakup pelatihan/pengembangan praktik PLTB yang secara langsung menyentuh aktivitas pemicu karhutla dengan sentuhan aspek ekonomi melalui pelatihan dan pemberian bantuan dalam rangka pemberdayaan ekonomi,” tambah Tri.

“Kami berharap kegiatan ini bisa berhasil dan menjadi percontohan, serta ke depannya bisa di replikasi di tempat lain. Harapan kami, semua pihak yang hadir berkomitmen mendukung dan mengawal seluruh rangkaian pelaksanaan kegiatan ini,” pungkas Tri.

Tri menekankan bahwa manfaat dan dampak positif berkelanjutan dari integrasi kegiatan ini tidak mungkin didapatkan secara instan, dibutuhkan proses panjang dan komitmen tinggi serta partisipasi semua pihak secara sungguh-sungguh dan kontinyu. Sehingga pada akhirnya integrasi kegiatan ini secara nyata mendukung pencegahan karhutla. Secara simbolis, Tri juga memberikan bantuan alat pembuat pakan ikan kepada masyarakat Desa Pilang.

Camat Jabiren Raya, Agustiansyah, menyampaikan kegiatan ini merupakan kegiatan kedua setelah sebelumnya dilakukan Pelatihan Penyiapan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) di Desa Pilang yang telah berdampak positif bagi masyarakat. Dia meminta Kepala Desa Pilang untuk terus melakukan pemantauan secara kontinyu pada kegiatan pemberdayaan kali ini karena kegiatan ini juga membantu mensejahterakan masyarakat Desa Pilang. Dia juga menghimbau kepada MPA Desa Pilang untuk bersama-sama mengembalikan budaya nenek moyang dahulu, memajukan pertanian dan perikanan berkelanjutan.

Irfan menambahkan kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam kerangka Kegiatan Kerjasama KLHK-ITTO “Capacity Building on Forest and Land Fire Management in Indonesia. ITTO atau International Tropical Timber Organization merupakan organisasi antar pemerintah yang mendorong konservasi sumber daya hutan tropis, termasuk dalam kegiatan pengelolaan, pemanfaatan, perdagangannya secara berkelanjutan. Melalui kegiatanKerjasama KLHK-ITTO PP-A/56-340-1 menunjukan komitmen ITTO dalam upaya penanganan karhutla, khususnya di daerah tropis dan Indonesia.

Pelatihan ini diikuti oleh 26 orang peserta terdiri dari lima belas orang Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Pilang, delapan orang Anggota Manggala Agni Daops Kalimantan II/Kapuas, dan perwakilan dari KPHP Kahayan Hilir, serta Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Pelatihan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat ini juga turut melibatkan Koramil Kahayan Hilir, Polsek Jabiren Raya, Camat Jabiren Raya, dan Kepala Desa Pilang.

Kegiatan ini merupakan integratif dari pengembangan PLTB dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kegiatan PLTB sendiri telah dilaksanakan di  delapan lokasi di Indonesia, sementara untuk kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat ini lebih selektif lagi hanya akan dilaksanakan di dua lokasi, salah satunya desa ini.

Sebagai wujud antisipasi pencegahan kondisi pandemi COVID-19, pada pelaksanaan Pelatihan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dalam Rangka Pengembangan PLTB Terintegrasi ini telah dikoordinasikan dengan Satuan Tugas pencegahan COVID-19 setempat, dan dalam pelaksanaannya mengedepankan protokol 5M, terutama memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Sumber: sipongi.menlhk.go.id

Share.