Luwu Timur, SAWIT INDONESIA, Ada dua tujuan yang ingin dicapai dalam pelatihan petani sawit yang diikuti oleh 90 petani kelapa sawit dari Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. “Pertama, memberikan pengertian dan pemahaman tentang cara budidaya kelapa sawit yang berkelanjutan (Good Management Practices). Kedua, meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kemandirian, manajerial dan kewirausahaan yang berdaya saing perkebunan kelapa sawit berkelanjutan,” ujarDirektur APKY-Stiper, Dr. Sri Gunawan, MP, IPU saat memberikan sambutan di pelatihan petani sawit  pada Senin (18 Juli 2022).

Dijelaskan Sri Gunawan, kegiatan pelatihan memiliki target atau sasaran pekebun, keluarga pekebun,  penyuluh, tenaga pendamping, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di sektor kelapa sawit dan masyarakat sekitar kebun.

“Harapannya, melalui pelatihan petani kelapa sawit dengan materi teknis budidaya tanaman kelapa sawit dan penguatan kelembagaan (koperasi), para peserta bisa menyampaikan materi yang telah didapat selama pelatihan kepada petani, saudara dan tetangga, penyuluh swadaya, pengurus koperasi, dan pada petani kelapa sawit dari kelompok lainnya. Serta mampu menerapkan teknis budidaya tanaman kelapa sawit di kebunnya masing-masing dan menjadi agen perubahan. Sehingga kebun yang dikelola menjadi lebih baik dari sisi produktivitas dan kelembagaan (koperasi) yang sehat dan mandiri,” jelasnya.

Dari informasi yang didapat redaksi SawitIndonesia.com, ada faktor-faktor yang mendasari program pelatihan petani sawit diadakan yaitu permasalahan Kelapa sawit rakyatyang kerap dihadapimulai dari legalitas lahan, perubahan iklim, pembibitan, pemeliharaan hingga panen. Minimnya penerapan teknologi tepat guna di perkebunan kelapa sawit rakyat, sehingga menjadi tantangan tak kalah penting wajib dijawab oleh generasi mudapetani kelapa sawitrakyat.

“Untuk itu, diperlukanintensifikasi di perkebunan kelapa sawit rakyat dan harus beradaptasi dengan perubahan alam. Untuk mewujudkan intensifikasi memerlukan pemahaman teknis budidaya tanaman kelapa sawit dan penguatan kelembagaanyang memadai. Sehingga sektor kelapa sawit terutama perkebunan kelapa sawit yang dikelola petani sawit rakyat bisa berkelanjutan, terutama bagi petani sawit yang berada di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan,” kata Direktur AKPY-Stiper.

Maka, ia melanjutkan efisiensi biaya yang berkaitan dengan intensifikasi perkebunan menjadi suatu keharusan. “Sehingga membutuhkan sumberdaya manusia yang terampil dan kompeten, kelembagaan yang sehat dan mandiri dan penggunaan teknologi yang tepat guna dan ramahlingkungan. Itu menjadi kata kuncinya,” imbuh Sri Gunawan.

Sebagai informasi, pelatihan petani sawit yang tak lain untuk meningkatkan kapasitas petani sawit yang diikuti peserta dari berbagai kabupaten penghasil kelapa sawit.Adalah kolaborasi dari tiga lembaga yakni AKPY-Stiper, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Ditjen Perkebunan – Kementerian Pertanian.

Secara teknis, program pelatihan petani sawit dibagi menjadi 3 kelas/kelompok yaitu 2 kelas materi teknis budidaya tanaman kelapa sawit dengan kapasitas 66 peserta dan 1 materi penguatan kelembagaan dengan kapasitas 24 peserta. Kegiatan pelatihan dilaksanakan di salah satu hotel di Kabupaten Luwu Timur, selama 10 hari (14 – 23 Juli 2022), menghadirkan berbagai pemateri yang mumpuni dibidangnya, diantaranya dari AKPY-Stiper, Badan Pelatihan Pertanian Jambi, PTPN 14. Secara resmi pelatihan dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kabupaten Luwu Timur, Amrullah.

Menariknya, dalam pelatihan yang dilaksanakan AKPY-Stiper ditambahkan sesi ice breaking, dengan berbagai permainan (game)yang bertujuan untuk penyegaran bagi peserta. Khusus untuk sesi ini dihadirkan motivator profesional. Yang dilakukan di sela-sela pemberian materi sehingga peserta tidak jenuh dan cenderung fun dalam mengikuti sepanjang sesi materi, yang disampaikan dengan berbagai metode diantaranya ceramah, tanya jawab dan diskusi.

 

 

 

Share.