JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Pandawa Agri Indonesia (PAI), perusahaan agrikultur yang menciptakan inovasi reduktan pestisida, menginisiasi Pengembangan Ekosistem Beras Natural Mbay. Pengembangan tersebut merupakan satu diantara beberapa inisiasi yang dikembangkan bagi petani swadaya (smallholders) di Indonesia.

Tercatat sejumlah dampak positif yang dihasilkan dari inisiatif tersebut, termasuk diantaranya peningkatan produktivitas hasil panen hingga 40%, peningkatan pendapatan petani, dan kesuburan tanah yang berangsur meningkat. Hal tersebut dilaporkan Kukuh Roxa selaku Chief Executive Officer (CEO) dan Co-founder PAI pada acara webinar Dampak (Impact Report) Ekosistem Beras Natural Mbay, Tahun 2021 di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. (10/10)

Perusahaan yang berasal dari Kabupaten Banyuwangi yang didirikan pada tahun 2014 ini menurut Kukuh, ekosistem smallholders merupakan cara yang efektif dan efisien khususnya mentransformasi sistem produksi pangan menjadi lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Salah satunya menciptakan produk reduktan pestisida yang dapat digunakan oleh petani untuk mengurangi dosis pestisida demi menghalau serangan hama pada tanaman”, ujarnya.

Di tahun 2021 lalu, PAI mulai mengembangkan ekosistem bagi petani swadaya dengan turut menghadirkan teknologi PPAI untuk mendukung inisiatif tersebut. Teknologi PPAI secara khusus dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pertanian di wilayah geografis dan untuk komoditas tertentu.

Pada Pengembangan Ekosistem Beras Natural Mbay di Nusa Tenggara Timur, teknologi PPAI yang diterapkan menurut Kukuh, meliputi tujuh Intervensi berupa benih bersertifikat, pupuk mikro lengkap, mikoriza, pupuk silika, mikroba pengurai jerami untuk meningkatkan unsur organik dalam tanah, serta reduktan herbisida dan insektisida.

Dampak positif yang diberikan oleh PAI pun mendapat apresiasi dari pemerintah setempat,. Bupati Nagekeo, Johanes Don Bosco Do mengungkapkan, Mbay memiliki potensi yang besar untuk dapat menjadi lumbung padi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kami memiliki 5.000 hektar sawah, dan beras asal Mbay sudah terkenal unggul sejak dulu. Namun, beberapa tahun terakhir ini produktivitasnya cenderung stagnan dan kian menurun.

“Pendampingan yang dilakukan PAI ini terbukti mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen, sehingga pendapatan petani meningkat dan pasokan pangan di daerah tetap terjaga. Pengembangan ekosistem petani swadaya ini dinilai sebagai praktik terpadu yang dapat menguatkan perekonomian daerah. Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi NTT”, ujar Don.

Sementara itu, Kepala BI Kantor Perwakilan di Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, mengatakan, Pengembangan Ekosistem Beras Natural Mbay ini merupakan praktik yang sangat baik dan patut dibawa ke tingkat nasional untuk dijadikan contoh program pengendalian inflasi daerah.

“Kedepannya diharapkan semakin banyak wilayah di Indonesia yang dapat mengembangkan closed-loop ecosystem seperti ini dengan komoditas yang juga beragam”, tegasnya.

Sebagai perusahaan yang memiliki visi untuk menciptakan pertanian berkelanjutan, PAI secara konsisten menghadirkan berbagai inovasi demi menciptakan industri pertanian yang tidak hanya menguntungkan, namun juga ramah lingkungan.

Kukuh kembali menjelaskan, hingga saat ini, reduktan pestisida, yang merupakan produk unggulan PAI, telah turut serta dalam mengurangi hingga 2 juta liter penggunaan pestisida di Indonesia.

“Kami berharap inisiasi ini dapat mengurangi residu input sintetis secara bertahap, sehingga dapat turut memperbaiki kualitas lingkungan pertanian di Nagekeo. Selain itu, Kami berharap teknologi PPAI dapat mendukung para petani di Mbay untuk mencapai potensi maksimalnya serta meningkatkan produktivitas pertanian dan pendapatan petani,” tambahnya.

Pandawa Agri Indonesia merupakan perusahaan berbasis life-science pertama dari Indonesia dan saat ini satu-satunya yang memiliki inovasi dalam pengembangan produk pengurang pestisida (reduktan pestisida).

Berawal dari inovasi tersebut, Pandawa Agri Indonesia berkomitmen membantu para pelaku usaha pertanian untuk mewujudkan praktik-praktik pertanian yang berkelanjutan, ramah lingkungan, aman bagi pengguna, dan juga efisiensi biaya.

 

Share.