Di tahun ini ada 3 alat yang sudah diaplikasikan konsumen, dan masih melakukan beragam riset untuk pengembangan produk untuk mendukung operasional perusahaan kelapa sawit

Untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi secara optimal dalam mendukung revolusi industri 4.0 implementasi teknologi digital harus dilakukan salah satunya dengan penerapan Internet of Things (IoT). Tak terkecuali dalam penerapan di industri perkebunan kelapa sawit.

Seperti diketahui, Indonesia sebagai pemilik perkebunan sawit terbesar di dunia, sudah semestinya menjadi pemimpin dalam mengembangkan industri sawit dalam berbagai aspeknya. Termasuk dalam mengefisiensikan sistem kerja pada seluruh tahapan industri sawit. Salah satunya dengan pemanfaatan digitalisasi berbasis Internet of Things (IoT) yang dibutuhkan untuk peningkatan efisiensi industri perkebunan kelapa sawit.

IoT merupakan teknologi berbasis sensor yang telah berkembang di berbagai sektor termasuk industri kelapa sawit. Dengan teknologi ini, petani bisa mendapatkan data secara real time yang dapat dipantau dan dikendalikan menggunakan jaringan internet.

Menyikapi perkembangan teknologi digital, PT OWL Plantation, salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan software aplikasi perkebunan terus melakukan inovasi. Sebelumnya, perusahaan ini telah berhasil mengembangkan berbagai aplikasi berbasis ERP (Enterprise Resource Planning). Diketahui ERP adalah sistem terpadu yang digunakan oleh perusahaan untuk mengintegrasikan seluruh sumber daya perusahaan. Penggunaan sistem ERP akan memudahkan perencanaan hingga pengelolaan sumber daya perusahaan.

Dari sisi ERP, OWL Plantation System memiliki sebelas modul yang mengakomodasi mulai dari dokumentasi pembebasan lahan hingga penjualan Crude Palm Oil (CPO). Modul-modul tersebut adalah anggaran, traksi, PKS, pemasaran, SDM dan umum, agronomi, pengadaan, keuangan, laporan manajerial, GIS, dan pabrikasi manufaktur.

Setelah berhasil dengan aplikasi berbasis ERP, kini OWL plantation kembali mengembangkan alat yang digunakan untuk mendukung digitalisasi di perkebunan kelapa, yaitu Mobile Finger Print, Sensor Sounding PKS (sensor storage tangki CPO), dan Sensor Ombrometer berbasis IoT.

Direktur PT Origin Wiracipta Lestari (OWL), Repindra Ginting menjelaskan awalnya mengembangkan aplikasi dari sistem informasi berbasis ERP. Dan aplikasi informasi itu hingga kini masih berjalan.

“Namun, sejalan dengan perkembangan teknologi, saat ini kami mengembangkan alat dengan sistem IoT. Maksudnya menyambungkan semua lini pekerjaan dalam satu sistem menggunakan alat-alat sensor dan berbagai pekerjaan lain bisa dipasangkan perangkat untuk mencatat apa yang ingin direkam. Jadi, memang sekarang kami banyak melakukan riset IoT,” jelasnya saat ditemui di kantornya, pada akhir Juli 2022.

Konsisten berinovasi

Dari informasi yang dihimpun Majalah Sawit Indonesia, salah satu hal penting dalam pemanfaatan IoT adalah teknologi sensor. Teknologi yang dapat dimanfaatkan di dalam industri perkebunan kelapa sawit antara lain sensor pada tangki CPO dan sensor Curah Hujan. Hal ini yang dikembangkan PT OWL Plantation, yang sejak 2011 sangat konsen dalam mengembangkan aplikasi untuk mendukung digitalisasi di perkebunan kelapa sawit.

Selanjutnya, Repindra Ginting mengatakan untuk di industri sawit tidak ada pekerjaan yang terlepas dari sistem yang kami buat. Mulai dari sistem pembukaan lahan, pembibitan, perawatan, penanaman dan pemupukan panen hingga pengangkutan TBS ke pabrik.

“Justru yang sekarang dikembangkan pekerjaan lain, salah satunya Mobile Finger Print. Alat ini merupakan pengembangan dari Aplikasi OWL sebelumnya dengan base ERP. Mobile Finger Print berfungsi banyak di antaranya pencatatan perawatan tanaman yang tidak terkonfirmasi (lokasi) dengan benar. Misalnya, ada satu orang pekerja yang melaksanakan pekerjaan lebih dari satu pekerjaan yang selama ini untuk pencatatan dilakukan oleh mandor dan membagi biaya ke pekerjaan secara manual, namun dengan adanya mobile fingerscan system dapat membagi biaya secara akurat berdasarkan waktu yang dipakai di setiap pekerjaan,” lanjut pria yang karib disapa Ginting.

(Selengkapnya dapat dibaca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 130)

Share.