Optimis Di Tahun Ayam Api

SALAM MAJALAH SAWIT INDONESIA
Menjelang berakhirnya 2016, kondisi perdagangan industri sawit mulai membaik. Data dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) mencatat bahwa terjadi peningkatan ekspor produk sawit nasional dan turunannya termasuk biodiesel pada November yang mencapai 2,54 juta ton. Nilai ekspor tersebut naik signifikan dibanding bulan sebelumnya sebesar 34 persen dengan volume 1,89 juta ton.

Tak hanya dari segi ekspor, harga CPO pada November 2016 ini juga meningkat menjadi kisaran US$ 722,5 hingga US$ 780 dibanding bulan Oktober yang berada di kisaran US$ 690 hingga US$ 720. Peningkatan ini diprediksi akan terus terjadi hingga Februari 2017.

Tren peningkatan ini tentu menjadi sinyal bagus bagi industri sawit nasional, apabila jika dibandingkan dengan komoditas lainnya seperti pertambangan dan migas yang justru sedang anjlok. Diperkirakan, setiap tahunnya industri sawit menyumbangkan US$ 20 milliar bagi negara.

Baca Juga :   Strategi Trakindo Menangkan Persaingan Alat Berat

Di lain pihak, guna mengamankan pendapatan negara tersebut, saat ini Komisi IV DPR sedang menggodok pengesahan Randangan Undang-undang (RUU) Perkelapasawitan agar segera disahkan pada pertengahan 2017.
Meskipun dalam kondisi baik, industri sawit nasional juga masih memiliki tantangan yang berarti. Salah satunya hadir soal replanting petani, khususnya yang melalui mekanisme dana bantuan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Sawit. Syarat yang diajukan oleh BPDP Sawit dinilai terlalu memberatkan..

Edisi ini dalam rubrik Sajian Utama, kami mengulas sejumlah isu yang menarik dari Konferensi tahunan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPK) atau dikenal IPOC 2016. Mulai dari isu pasar ekspor sampai kepada kandungan nutrisi minyak sawit.

Baca Juga :   Kita Jaga Sawit

Rubrik Hot Issue mengangkat permasalahan lambatnya realisasi dana peremajaan lahan petani sawit. Dana yang dikelola BPDP Kelapa Sawit ini sangatlah kecil dalam penyalurannya. Dari target peremajaan lahan 300 ribu hektare, tidak sampai 1% yang menerima dana ini. BPDP beranggapan banyak petani calon peserta program tidak memenuhi persyaratan. Sedangkan, petani menilai syarat yang diajukan tidak realistis.

Pembaca, kami harapkan edisi ini memberikan banyak informasi positif untuk memenuhi rasa keingintahuan kita. Selamat Membaca.

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like
Read More

Petani Siap ISPO

Salam Sawit Indonesia, Petani sawit yang menjadi bagian dari industri sawit berhadapan dengan tuntutan global. Isu sustainability merupakan…

Edisi 48 Oktober 2015

Saatnya Lawan Gerakan Anti Sawit Salam Sawit Indonesia, Tekanan terhadap industri kelapa sawit sudah mencapai klimaks. Penerapan  standar tinggi…