Optimalisasi Efisiensi Proses Pengolahan Inti Sawit Tingkatkan Kinerja Pabrik dan Profit Perusahaan

Oleh : Ir H Said Nizam Luthfi, MM (Bagian Kedua-Bersambung)

Abstract

The higher the efficiency of the palm kernel breaker, the lower the cracked core content. In addition, the factors that support the condition of equipment efficiency is the lack of coordination of technical and operator parts in terms of maintenance and controlling the performance of the equipment at the breakdown station. The level of core impurities that do not meet the norm is caused by the low efficiency condition of the appliance and the labor factor that is controlling that does not meet the schedule to the hydrocyclone station resulting in less control at the wet separation station in kernel plant. The moisture content that does not meet company standards is caused by the condition of the drying device leaking on the steam / steam pipes at the core drying station (core silo), resulting in low vapor pressure and not reaching the optimum temperature of drying the palm kernel.

 

  1. PEMISAHAN INTI DENGAN CANGKANG

5.1. Clay Bath

Tanah liat dapat tersuspensi dalam air dan memiliki berat jenis larutan di atas satu, tergantung dari konsentrasi tanah liat yang dilarutkan. Larutan ini disebut Clay Bath yang dapat digunakan untuk memisahkan dua kelompok padatan yang memiliki berat jenis ( BJ ) yang berbeda. Inti sawit basah memiliki berat jenis 1.07 sedangkan cangkang 1.15 – 1.20. Maka untuk memisahkan inti dan cangkang dibuat BJ larutan 1.12 sehingga inti mengapung dan cangkang akan tenggelam.

Hasil gilingan pemecah biji masuk kedalam bak dan inti mengapung sedangkan cangkang bergerak kedasar bak. Inti yang mengapung ditangkap dengan menggunakan talang dan diayak serta disiram dengan air agar inti bebas tanah liat, sedangkan cangkang dihisap dari dasar bak dan dipompakan kedalam saringan kemudian dikirim ke Shell Hopper.

Agar sifat suspensi tanah liat dapat stabil maka dilakukan pompa sirkulasi agar tidak terjadi pengendapan tanah liat. Akibat pertambahan zat yang  tersuspensi seperti debu dari inti maka terjadi perobahan berat jenis cairan sehingga efisiensi pemisahan akan menurun oleh sebab itu perlu dilakukan kontrol setiap waktu secara terjadwal.

Faktor-Faktor yang mempengaruhi efisiensi pemisahan :

  1. Berat jenis suspensi. Pemisahan inti termasuk “Continuous Process”, dan berat jenis dapat berobah akibat pertambahan zat tersuspensi yang berasal dari pecahan biji yang memiliki berat yang berbeda dengan tanah liat. Akibatnya pemisahan inti dan cangkang tidak sesuai dengan yang diinginkan. Untuk mempertahankan suspensi tersebut maka sering dilakukan penyesuaian BJ dengan penambahan tanah liat atau penggantian suspensi secara terjadual.
  2. Kualitas tanah liat. Karena kesulitan memperoleh tanah liat maka sering orang mencari tanah liat seperti kaolin. Kaolin memiliki warna dan sifat yang baik, akan tetapi harganya tinggi. Orang mencoba dengan menggunakan kapur ( CaCO3 ), akan tetapi akan diperoleh suspensi yang tidak baik dan hal ini dapat terlihat apabila pemompaan berhenti kapur    mengendap dan sangat sulit untuk mengaktifkan kembali. Juga kapur memiliki sifat yang tidak baik yaitu terjadinya pembentukan busa sehingga mempersulit pemisahan inti.
No tags for this post.

Related posts

You May Also Like