PEKANBARU – Neraca perdagangan Indonesia kembali mencetak surplus pada bulan Juli 2022. Badan Pusat Statisik (BPS) mencatat, keuntungan neraca perdagangan barang pada bulan laporan sebesar US$ 1,91 miliar.

“Neraca Perdagangan Riau bulan Juli 2022 surplus sebesar US$ 1,91 miliar, dengan demikian kumulatif selama Januari-Juli 2022 surplus sebesar US$ 10,97 miliar,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Misfaruddin di Pekanbaru, Senin (15/8/2022).

Ia menjelaskan bahwa Surplus pada bulan Juli 2022 ini didorong oleh nilai ekspor yang lebih tinggi dari nilai impor. Adapun nilai ekspor pada Juli 2022 tercatat 2,14 miliar, sedangkan impor tercatat sebesar US$ 225,86 juta.

Jika dibandingkan dengan ekspor Juni 2022, nilai ekspor Riau Juli 2022 ini mengalami kenaikan 6,21 persen. Demikian juga ekspor nonmigas Juli 2022 sebesar US$ 2,03 miliar, mengalami kenaikan sebesar 8,24 persen dibanding ekspor nonmigas Juni 2022.

Secara kumulatif nilai ekspor Riau Januari-Juli 2022 sebesar US$ 12,60 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 16,27 persen dibanding periode yang sama tahun 2021, demikian juga ekspor nonmigas sebesar US$ 11,56 miliar, mengalami kenaikan sebesar 21,07 persen.

“Kontribusi seluruh ekspor Riau terhadap nasional sebesar 8,37 persen,” jelasnya.

Sementara itu, nilai impor Riau Juli 2022 sebesar US$ 225,86 juta, mengalami penurunan sebesar 18,52 persen dibanding impor Juni 2022. Demikian juga impor nonmigas Juli 2022 sebesar US$ 190,02 juta, mengalami penurunan sebesar 30,58 persen dibanding impor nonmigas Juni 2022.

Secara kumulatif nilai impor Riau Januari-Juli 2022 sebesar US$ 1,63 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 111,16 persen dibanding periode yang sama tahun 2021, demikian juga impor nonmigas mencapai US$ 1,50 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 110,16 persen.

“Kontribusi seluruh impor Riau terhadap nasional sebesar 1,06 persen,” tukasnya.

Sumber: riau.go.id

Share.