Neraca gas rumah kaca menunjukan kondisi suatu perkebunan apakah jumlah gas rumah kaca yang diserap akan lebih besar dari emisinya atau sebaliknya. Neraca ini dihitung dari selisih total jumlah karbon yang terserap dengan jumlah karbon yang diemisikan. Jika angka positif, maka kebutuhan tersebut telah melakukan kegiatan yang dapat menyerap karbon lebih banyak dari yang diemisikan, demikian sebaliknya. Neraca GRK = Total serapan – total emisi (emisi operasional + budidaya + pabrik).

Mitigasi Gas Rumah Kaca Perkebunan Kelapa Sawit

Mitigasi gas rumah kaca merupakan usaha pengendalian melalui kegiatan yang dapat menurunkan emisi dan meningkatkan penyerapan gas rumah kaca. Berikut adalah contoh kegiatan yang dimaksud:

Sumber Gas Rumah Kaca Alternatif Program Mitigasi Gas Rumah Kaca
Pembukaan Lahan/ Replanting a)      Dilakukan secara mekanis tanpa bakar (zero burning).

b)      Mempertahankan areal bernilai konservasi tinggi (kawasan lindung setempat)

c)       Penanaman penghijauan dengan tanaman berkayu maupun non kayu di lingkungan perkebunan.

Pengelolaan Lahan Gambut a)      Melakukan pengelolaan tata perairan (water management) sesuai standar dengan mempertahankan level air 50-70 cm dibawah permukaan tanah.

b)      Mencegah terjadinya kebakaran lahan.

Pemupukan a)      Mengurangi penggunaan nitrogen (N) dari sumber pupuk tunggal.

b)      Menggunakan pupuk organik, termasuk pemanfaatan limbah cair (land application).

Pemakaian Herbisida Untuk Perawatan Kebun a)      Mengurangi penggunaan herbisida.

b)      Mengaplikasikan tandan kosong.

Pemakaian Insektisida untuk Proteksi Tanaman Menerapkan pola pengendalian hama terpadu (PHT), mengurangi pemakaian insektisida dengan mengembangkan pengendalian secara hayati, antara lain memperbanyak musuh alami hama dan mengembangkan tanaman inang.
Pemakaian bahan bakar fosil untuk transportasi dan operasianal alat berat a)      Substitusi sebagian bahan bakar fosil dengan biodiesel.

b)      Pemaikain unit transport/alat berat yang mempunyai hasil uji emisi memenuhi standar.

Pemakainan bahan bakar fosil untuk genset/sumber energi listrik a)      Melakukan penghematan pemakaian bahan bakar fosil dengan rekayasa teknik tertentu (contoh gasifier dan optimalisasi pemakaian boiler di pabrik).

b)      Pemanfaatan energy matahari dengan solar cell.

Pengelahan limbah cair a)      Memanfaatkan limbah segar untuk composting TKKS (composting dengan proses aerobic).

b)      Menangkap gas methan dikolam limbah (methane capture).

Pengelolaan sampah domestik a)      Pemisahan sampah organik dan an-organik serta pengembangan program 3R.

b)      Tidak melakukan pembakaran sampah (zero burning).

Penggunaan peralatan yang mengunakan CFC a)      Menganti peralatan (AC, Refrigerator, dll) yang masih mengunakan CFC dengan non CFC.

b)      Pembelian alat-alat baru (AC, Refrigerator, dll) yang berbahan non CFC.

 

Sumber: Green Palm Oil Industries, GAPKI 2012

Share.

Comments are closed.