Musim Mas Raih 8 PROPER Hijau

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Musim Mas mampu menjaga komitmen dan prestasinya di dalam bidang lingkungan hidup.  Ini terbukti dari penghargaan Proper Hijau yang diraih delapan anak perusahaannya pada tahun ini, setelah melalui penilaian ketat Dewan Pertimbangan Proper.

“Sebagai perusahaan kelapa sawit yang terintegrasi, Musim Mas telah berkomitmen berpartisipasi dalam PROPER.  Perusahaan mempunyai visi untuk menjadi pemimpin usaha yang bertanggung jawab dan berkelanjutan dalam evolusi industri minyak sawit,” ujar Togar Sitanggang, General Manager Musim Mas.

Adapun delapan anak perusahaan yang meraih Proper Hijau antara lain PT Musim Mas PKS Batang Kulim, PT Musim Mas PKS Pangkalan Lesung, PT Sinar Agro Raya, PT Agrowiratama, PT Berkat Sawit Sejati, PT Maju Aneka Sawit, PT Sukajadi Sawit Mekar PKS SSM-2, dan PT Unggul Lestari.

Kendati pandemi Covid-19 belum usai, dikatakan Togar, tantangan ini tidak menghalangi visi perusahaan terhadap implementasi praktik sawit berkelanjutan. Krisis ini telah mendorong perusahaan untuk berkontribusi dalam membangun kemandirian komunitas sekitar yang kesulitan ekonomi akibat pandemi. Togar menjelaskan perusahaan telah menjalankan serangkaian kegiatan sosial antara lain memodifikasi pasar tradisional untuk mempertahankan ketahanan pangan di daerah sekitar wilayah operasional.

“Kami juga mendukung peningkatan pendapatan masyarakat di tengah pandemi. Salah satunya mendukung ibu-ibu untuk berjualan kue kering, membangun kebun sayur mayur. Dalam rangka memerangi COVID-19 di dalam lingkungan perusahaan, kami sangat ketat dalam penerapan protokol pencegahan penyebaran COVID-19,” ujarnya.

Togar menjelaskan Musim Mas bekerja keras dengan pemangku kepentingan lainnya untuk mencari solusi berbagai persoalan lingkungan seperti emisi gas rumah kaca, keanekaragaman hayati, serta tenaga kerja, komunitas/masyarakat sekitar dan hak asasi manusia.

“Kami sangat aktif untuk melampaui standar keberlanjutan yang diakui industri dalam upaya berkontribusi kepada tata kelola berkelanjutan,” jelasnya.

Togar menyebutkan Musim Mas secara konsisten telah berhasil meraih penghargaan hijau selama tiga tahun berturut-turut. Penghargaan ini menjadi bukti komitmen dalam pengelolaan lingkungan hidup, kinerja lingkungan, dan kepatuhan regulasi bahkan melampaui peraturan yang ada.

Wapres Ma’ruf Amin mengungkapkan, pada praktiknya permasalahan lingkungan ternyata tidak cukup diselesaikan hanya dengan pendekatan pengawasan terhadap peraturan saja.

“Oleh karena itu, PROPER memanfaatkan masyarakat dan pasar untuk memberikan tekanan kepada industri, untuk meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan, pemberdayaan masyarakat dan pasar dilakukan dengan penyebaran informasi yang kredibel, sehingga dapat menunjukkan citra reputasi bagi perusahaan,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Penilaian PROPER periode 2019 – 2020 diikuti sebanyak 2.038 perusahaan. Berdasarkan evaluasi Tim Teknis dan pertimbangan Dewan Pertimbangan PROPER, ditetapkan peraih peringkat EMAS sebanyak 32 perusahaan, HIJAU 125 perusahaan, BIRU 1.629 perusahaan, MERAH 233 perusahaan, HITAM 2 perusahaan, dan 16 perusahaan tidak masuk peringkat karena tidak beroperasi, 1 perusahaan sedang dalam penegakan hukum. Peserta PROPER tahun ini terdiri dari 972 Agroindustri, 584 Manufaktur Prasarana Jasa, dan 482 Pertambangan Energi Migas.

“Tingkat ketaatan perusahaan terhadap peraturan lingkungan hidup mencapai 88%, lebih baik dari tahun 2019 sebesar 85 %. Kreatifitas dan inovasi perusahaan ternyata juga tidak terhalang oleh pandemi. Pada tahun ini tercatat 806 inovasi yang dihasilkan oleh perusahaan, meningkat 2% dari tahun sebelumnya. Hasil inovasi ini mampu menghemat anggaran sebesar 107,13 trilyun,” tutur Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya.

Dalam bidang keberlanjutan, di bulan September kemarin, Musim Mas baru memperbarui sustainability policy-nya yang dirilis di tahun 2014, perusahaan telah belajar dari pengalaman untuk mengembangkan pemahaman dan strategi dalam hal keberlanjutan. “Dengan pemahaman Musim Mas yang semakin mendalam, serta komitmen terhadap NDPE. Upaya ini mendorong perusahaan untuk memperbarui kebijakan keberlanjutan atau sustainability policy,” ujar Togar.

(Ulasan selengkapnya di Majalah Sawit Indonesia Edisi 15 Desember 2020 – 15  Januari 2021)

Related posts

You May Also Like