Mini Excavator Hyundai Hx 55S dapat memenuhi kebutuhan pelaku industri sawit. Lebih lincah dan efisien untuk bergerak di berbagai Medan.

Kementerian Koordinator Perekonomian menyebut kelapa sawit merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi Indonesia. Sebagai penghasil kelapa sawit terbesar di dunia, industri kelapa sawit telah menyediakan lapangan pekerjaan sebesar 16 juta tenaga kerja baik secara langsung maupun tidak langsung.

Produksi minyak sawit dan inti sawit pada tahun 2018 tercatat sebesar 48,68 juta ton, yang terdiri dari 40,57 juta ton crude palm oil (CPO) dan 8,11 juta ton palm kernel oil (PKO). Jumlah produksi tersebut berasal dari Perkebunan Rakyat sebesar 16,8 juta ton (35%), Perkebunan Besar Negara sebesar 2,49 juta ton (5%,) dan Perkebunan Besar Swasta sebesar 29,39 juta ton (60%).

Untuk keberlanjutan industri kelapa sawit di Indonesia, industri ini dibangun dengan pendekatan yang memprioritaskan keseimbangan antara aspek sosial, ekonomi dan lingkungan. Hal ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Indonesia dalam melaksanakan pembangunan berkelanjutan, yang telah diatur secara khusus dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Dalam RPJMN 2020-2024, pembangunan berkelanjutan telah ditetapkan sebagai salah satu aspek pengarusutamaan, yang bertujuan untuk memberikan akses pembangunan yang adil dan inklusif, serta menjaga lingkungan hidup, sehingga mampu menjaga peningkatan kualitas kehidupan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Maka tidak heran para pelaku usaha di perkebunan kelapa sawit terus berupaya melakukan efektivitas dalam pengelolaannya. Salah satunya saat menggunakan alat berat (Excavator) untuk mengerjakan beberapa pekerjaan seperti  perawatan jalan kebun, perawatan saluran air, replanting higga pembuatan lubang tanam.

Efektivitas penggunaan alat untuk menilai produktivitas yang mengarah pada pencapaian kerja yang maksimal dimana semakin besar presentase yang dicapai maka semakin tinggi efektivitasnya.

Mengapa alat berat (Excavator) kerap digunakan di perkebunan kelapa sawit? Karena, excavator digunakan untuk pekerjaan berskala besar dengan waktu penyelesaian yang terbatas. Selain itu, untuk pekerjaan berskala besar yang tidak memungkinkan hanya menggunakan tenaga manusia, karena alasan efisiensi serta keterbatasan tenaga kerja, keamanan dan faktor-faktor yang lain. Untuk itu, pemilihan excavator akan digunakan menjadi poin penting dalam keberhasilan pekerjaan di perkebunan kelapa sawit. Sehingga alat berat yang dipilih harus tepat sehingga pekerjaan berjalan optimal.

Untuk mendukung operasional/pekerjaan di perkebunan kelapa sawit yang tidak sedikit menggunakan alat berat (excavator), Hyundai Contruction Equipment menawarkan Mini Excavator HX 55S di perkebunan kelapa sawit.

Regional Sales Manager, PT. Hyundai Construction Equipment Asia, Herman Sukmana menyampaikan Mini Excavator dipasarkan sejak Hyundai Construction Equipment masuk ke Indonesia, hanya saja selama ini Hyundai Mini Excavator lebih banyak terjual di project construction dan rental company yang masuk ke Plantation.

“Namun, saat ini kami sedang fokus meningkatkan market di sector plantation and agriculture dengan program soft payment dengan leasing company bebas angsuran 3 bulan dan tentunya dengan harga yang sangat special,” jelas Herman, melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi.

Selanjutnya, Herman menguraikan beberapa spesifikasi Mini Excavator HX 55S memiliki engine 4TNV94L-ZXSHYBC dengan tenaga 48,5 HP/2200 RPM. Dengan berat operasi 5,56 ton, mini excavator ini menawarkan bucket dengan kapasitas 0,18 m3.

“Mini excavator Hyundai HX 55S sangat mendukung untuk pekerjaan-pekerjaan di perkebunan kelapa sawit, seperti penggalian parit dan lain-lain. Mini excavator Hyundai HX 55S menawarkan jangkauan horisontal maksimal sejauh 6,11 m. Sementara kedalaman penggalian maksimal 3,730m dan tinggi penggalian maksimal 5,740m. Untuk memudahkan mobilisasi dan manuvernya di area perkebunan kelapa sawit, Hyundai mendesain alat ini dengan ukuran yang kompak. Panjangnya saat diangkut hanya 5,9m dengan lebarnya 1,92m dan tinggi 2,55m,” tambahnya dalam menjelaskan aplikasi Mini Excavator HX 55S.

“Mini excavator HX 55S menawarkan jangkauan horisontal maksimal sejauh 6,11 m. Sementara kedalaman penggalian maksimal 3,730m dan tinggi penggalian maksimal 5,740m. Untuk memudahkan mobilisasi dan manuvernya di area perkebunan kelapa sawit, Hyundai mendesain alat ini dengan ukuran yang kompak. Panjangnya saat diangkut hanya 5,9m dengan lebarnya 1,92m dan tinggi 2,55m,” imbuh Herman.

(Selengkapnya dapat dibaca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 128)

Share.