SANGGAU, SAWIT INDONESIA – Minamas Plantation melalui anak usahanya PT Sedjahtera Indo Agri (PT SIA) mengadakan sosialisasi dan pelatihan pengendalian Karhutla gabungan bagi 150 orang masyarakat di Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Regional CEO Minamas Plantation, Mohammad Japri Giman mengatakan, berkomitmen dalam pelatihan dan sosialisasi kepada masyarakat karena kami menyadari bahwa masyarakat sekitar memegang peran penting dalam perlindungan lingkungan.

“Selain itu, melibatkan masyarakat dalam membantu memitigasi Karhutla merupakan salah satu solusi internal di masyarakat untuk mengurangi dampak Karhutla, serta membiasakan masyarakat untuk tanggap dan sigap terhadap bahaya kebakaran di lingkungannya. Bulan lalu, kami juga telah melaksanakan pelatihan sama di Kalimantan Tengah. Kami berharap dengan adanya sinergi pengamanan lahan dari bahaya karhutla dapat lebih optimal,” katanya.

Camat Parindu Darmikus Heri mengungkapkan, “Melalui pelatihan ini kami dapat mengajak lebih banyak lagi masyarakat agar bersama-sama membangun kesadaran hukum masyarakat akan pentingnya hak dan kewajiban dalam mencegah Karhutla. Mari kita bersama-sama dengan tokoh masyarakat dan para pelaku di lapangan kita bangun bersama orkestra menjaga alam untuk tidak terjadi karhutla. Sehingga, masyarakat memiliki dan beraktualisasi dengan kesadaran hukum serta menggunakan hak dan kewajibannya dalam mengelola sumber daya alam, pada konteks ini jangan sampai terjadi kebakaran.

Di bidang penanganan Karhutla, hingga saat ini Minamas Plantation terus memantau situasi yang berlangsung di seluruh lokasi perusahaan dengan seksama, pemantauan dilakukan setiap hari melalui sistem Plantation Location Intelligent Universal Management (PLATINUM) dengan menggunakan data-data dari satelit pada titik panas di peta area konsesi untuk dapat mendeteksinya dengan cepat. Seluruh titik api yang terdeteksi akan segera dilaporkan kepada pihak berwenang dan prosedur yang sama juga diterapkan dalam standar operasional perusahaan.

Sedangkan di bidang pencegahan, Minamas Plantation juga memiliki program pendekatan masyarakat melalui program Desa Mandiri Cegah Api (DMCA) yang dibentuk sejak tahun 2014 dan bekerjasama dengan Universitas Riau, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Jambi dan Universitas Sriwijaya, Universitas Palangkaraya dan Universitas Tanjungpura. Program DMCA tersebut dilaksanakan di setiap desa-desa sekitar operasional perusahaan, yang hingga kini sudah mencapai 34 desa atau mencakup total area desa binaan seluas 161 ribu hektar.

Melalui program DMCA tersebut, pemahaman akan bahaya karhutla dapat terus meningkat di masyarakat secara luas. Beberapa program telah juga telah mulai dilakukan yaitu Program Guru Peduli Api yang melibatkan setidaknya 750 Guru dan Kepala Sekolah di 70 sekolah di sekitar wilayah operasional Perusahaan serta
Program Penghargaan Desa Bebas Api.

Share.