Menteri ESDM Dukung Produksi Komersial Katalis Untuk Ketahanan Energi

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Menteri ESDM RI, Arifin Tasrif memberikan dukungan penuh untuk meningkatkan penggunaan campuran biodiesel menjadi B40 dan B50. Untuk itu, produk katalis yang dikembangkan Laboratorium ITB dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Pernyataan ini diungkapkannya dalam kunjungan kerja ke Fakultas Teknik Kimia, Institut Teknologi Bandung (ITB), Sabtu (4 Januari 2020. Dalam kunjungan ini hadir pula Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan ESDM Dadan Kusdiana.

“Kami mendorong peningkatan TKDN melalui produksi komersial katalis yang telah dikembangkan oleh ITB bersama PT Pertamin, ” ujar Arifin Tasrif seperti dilansir dari laman Kementerian ESDM.

Lebih jauh Menteri ESDM juga menargetkan bahwa current account deficit yang terjadi sekarang dapat secara bertahap dikurangi dengan penggunaan energi domestik dan proses yang dikembangkan secara domestik, salah satunya mendorong peningkatan pemanfaatan minyak sawit untuk bahan bakar.

Baca Juga :   APP Sinar Mas Berperan Besar Dalam Investasi Pulp dan Kertas

“Dengan begitu selain meningkatkan ketahanan nasional, juga sekaligus mendapatkan biaya produksi biofuel yang bersaing”, kata Menteri ESDM.

Sementara itu Kepala Badan Litbang ESDM Dadan Kusdiana menuturkan, Kementerian ESDM akan turut segera melakukan persiapan peningkatan pemanfaatan biodiesel sebagai bahan bakar B40 pada akhir tahun 2020.

Ia menuturkan, Kementerian ESDM akan menindaklanjuti dengan pelaksanaan uji coba B40 – B50 yang rencananya akan dilaksanakan pada kuartal pertama tahun ini. Sebagaimana kegiatan sebelumnya, pelaksanaan uji coba dilakukan dengan melibatkan para pemangku kepentingan seperti produsen kendaraan, alat berat, Alsintan (alat mesin pertanian), operator kapal laut, kereta api, dan pembangkit tenaga listrik.

ITB telah menghasilkan produk-produk inovasi di bidang katalis. Dengan dukungan PT Pertamina dan BPDPSawit, ITB telah berhasil mengembangkan katalis dan proses green gasoline dan green diesel dengan bahan baku minyak sawit.

Baca Juga :   Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian CXCVII)

Dalam kunjungan ini, disusun rencana tindak lanjut percepatan komersialisasi green diesel dengan membangun demo plant stand alone green diesel dan pembangunan unit proses green gasoline skala kecil (skid mounted) sehingga kedepan produksi green gasoline dapat dilakukan oleh Badan Usaha di daerah.

 

Sumber foto: Kementerian ESDM RI

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like