Menjaring Generasi Milenial Terjun di Industri Sawit

JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Generasi milenial menjadi tulang punggung industri sawit di masa depan. Potensi dan kemampuan generasi milenial sangat dibutuhkan untuk mendukung keberlangsungan industri sawit dari hulu sampai hilir.

Hal ini terungkap dalam talkshow “Sawitpreneur: Milenials Palm Oil Business Forum”, yang diadakan Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI), di Jakarta, Kamis (28 November 2019). Kegiatan ini menghadirkan pembicara antara lain Joko Supriyono (Ketua Umum GAPKI), Prof. Erliza Hambali (Guru Besar IPB), Dr. Jenny Elisabeth (Direktur Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia), Dr. IGN Makertiharta (Ketua Riset Bensin Sawit ITB), Dr. Radix Sipayung( Presdir PT Andalan Terampil Multisiss)

Bungaran Saragih, Dewan Pembina PASPI,  menjelaskan bahwa masa depan industri kelapa sawit Indonesia berada di tangan generasi milenial. Sebab, generasinya sudah mampu membangun sektor hulu semenjak dahulu. Generasi milenial diyakini mampu menjadikan sawit sebagai raja industri sawit dunia

“Generasi milenial punya kreativitas untuk menghasilkan berbagai produk turunan sawit. Saat ini, masih banyak yang belum dihasilkan dari sawit,” jelasnya.

Salah satunya, kata Bungaran, Indonesia dapat dijadikan sebagai produsen bensin hijau berbasis kelapa sawit. Pemahaman bensin hijau ini berkaitan campuran bahan bakar dengan minyak sawit.

Dalam presentasinya, Joko Supriyono menjelaskan bahwa kelapa sawit merupakan tanaman yang nol limbah karena semua bagiannya dapat dimanfaatkan mulai dari pelepah, sabut, cangkang, daun, dan janjangnya. Sebagai contoh limbah cair kelapa sawit dapat digunakan untuk listrik.

Selanjutnya, Prof. Erliza  Hambali menjelaskan bahwa kelapa sawit dapat digunakan menjadi surfaktan sebagai bahan industri strategis. Sebagian besar produk surfaktan dipakai sebagai bahan pembersih badan dan wajah antara lain sabun, kosmetik,dan shampoo. Surfaktan secara luas diaplikasikan pada industri deterjen dan pembersih, kosmetika dan perawatan diri, farmasi, pangan, pertambangan, cat dan coating, kertas, serta tekstil.

“Kendati demikian, masih banyak penggunaan surfaktan yang belum dihasilkan. Disinilah, generasi milenial memiliki peluanguntuh mengolahnya,” ujar Erliza.

Dr. Tungkot Sipayung, Direktur Eksekutif PASPI, merasa bangga dengan kehadiran generasi milenial dalam talkshow “Sawitpreneur: Milenials Palm Oil Business Forum 2019” yang menjadi ajang pertemuan generasi milenial dengan pelaku industri sawit. Dari forum ini diharapkan dapat melahirkan generasi milenial yang menjadi sawitpreneur dan mengembangkan start up di industri sawit.

2 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like