Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian XXXV)

Tak terjadi kesepakatan. Dalam kesempatan itu saya berkomentar agak keras. Saya ulangi menjelaskan maksud saya. Yang saya anggap wajar adalah melakukan pencegahan penebangan hutan mengikuti sistem REDD. Artinya, ada penyediaan dana dari negara maju kepada Indonesia yang dapat digunakan sebagai kompensasi. Dana ini dapat digunakan oleh pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk memajukan perekonomian tanpa membuka hutan.

Jika sekarang pihak yang mengajari kita untuk menghentikan buka hutan agar dipandang sebagai anak baik, saya tidak setuju. Kita perlu menjadi anak baik. “I don’t want to be a good boy”. Orang-orang terdiam mendengar komentar keras saya itu.

Saya bersikap demikian bukan berarti anti perlindungan lingkungan atau mendukung perusakan lingkungan secara masif demi keuntungan pribadi. Tidak sama sekali. Yang saya inginkan adalah suasana terbuka, dimana pendapat dari berbagai pihak didengar dan lagi-lagi saya ingin ada jalan tengah  yang bisa menguntungkan semua pihak. Betapa pun hasilnya tidak sempurna yang diharapkan. Saya ingin seperti anak baik yang menurut pada perintah siapa pun.

Baca Juga :   Kebakaran Lahan dan Hutan 2015 di Indonesia

Sumber : Derom Bangun

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like