Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian XXXIII)

Diskusi memanas. Pihak penyelengara ingin agar pengusaha perkebunan kelapa sawit tetap mendukung rebcana moratorium. Dirjen Mangga Barani terlihat meningalkan ruangan sebelum acara selesai. Sementara itu, perdebatan masih terus berlangsung. Sesekali terdengar suara yang mengatakan bahwa moratorium itu demi kebaikan pengusaha itu sendiri. Greenpeace beralasan pembukaan hutan mengurangi stok karbon, yang berarti meningkatkan pemanasan global, karena itu menghentikan penebangan hutan perlu segera dilakukan. Menurut hemat saya, tidak semua karbon lepas keudara. Pohon yang ditebang dan kayunya diolah jadi berbagai macam peralatan furnitur atau bahan bangunan tentu tidak seluruhnya terlepas menjadi karbon ke udara.

Greenpeace juga berpendapat bahwa moratorium bagi semua bentuk konversi hutan, termasuk penebangan konvensional, sangat dibutuhkan guna mengurangi emisi gas rumah kaca di Indonesia. Keanekaragaman hayati yang kaya juga harus dilidungi sebagai upaya melindungi penghidupan jutaan orang di seluruh Indonesia yang merupakan bagian dari masyarakat yang bergantung pada hutan.

Baca Juga :   Wapres RI: Sawit Dorong Pengentasan Kemiskinan

Sumber : Derom Bangun

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like