Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian XXIX)

Saya selalu mengutarakan prinsip keseimbangan di dalam melihat persoalan ini. Oxford Business Group selalu menerbitkan secara berkala jurnal The Report setiap tahunnya. Pada jurnal bergengsi ini saya pun mendapat kesempatan untuk mengatakan tentang pentingnya industri perkebunan sawit bagi rakyat Indonesia. Pada edisi tahun 2007 yang bertajuk “Emerging Indonesia 2007”, saya mengungkapkan kontribusi sawit untuk mengerakan pembangunan negri. Sementara itu, pada terbitan tahun 2008, saya menitik beratkan pada pentingnya stabilitas dan kesinambungan industri minyak sawit. Kesinambungan yang saya maksudkan adalah dengan jalan memerhatikan banyak aspek dalam kegiatan itu, salah satu yang penting adalah kelestarian lingkunga.

Apa yang saya kemukakan murni sebagai upaya mencari jalan tengah di dalam persoalan lingkungan yang telah menjadi perhatian orang banyak. Saya sadar, bumi makin tua, manusia berada di bibir jurang kemusnahan apa bila lingkungan hidup tidak dikelola dengan baik dan benar. Meskipun demikian, saya tidak ingin terjebak pada keadaan berat sebelah, memilih salah satu hal untuk mengorbankan salah satu ihwal lain yang tidak kalah pentingnya.

Baca Juga :   Sukses Cegah Karlahut, Desa Bebas Api Asian Agri Bertambah Menjadi 16 Desa

Sebagai organisasi nonpemerintahkawakan dalam bidang lingkungan, Greenpeace sangat jeli melihat persoalan lingkungan. Mereka organisasi yang kuat dan memiliki staf yang terdiri dari orang-orang pandai di bidang lingkungan. Hubungan mereka terbentang luas mulai dari sesama aktivis lingkungan sampai dengan media massa. Ada kalanya kampenye yang mereka lakukan langsung bisa diterima sebagai buah kesimpulan yang tidak bisa lagi diganggu gugat, betapa pun hal itu banyak menunjukan perbedaan cara pandang antara mereka dan kami sebagai pengelola perkebunan.

Sumber : Derom Bangun

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like