Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian XXIV)

Banyak tepuk tangan ketika saya berbicara, kemudian dilanjutakan dengan giliran Dr. Jonathan Scurlock dengan argumentasi yang kuat juga. Katanya, harga komoditas pertanian tetap rendah selama puluha tahun lalu walaupun harga-harga rumah, paian, dan lain-lain sudah naik. Belakangan ini harga hasil pertanian sudah naik, jadi petani makin baik hidupnya. Apa itu salah? Kami ingin agar harga-harga pertanian bisa mengikuti kenaikan harga-harga rumah dan harga paian itu. Ternyata kawan ini juga berhasil mempengaruhi hadirin. Tidak percuma dia muncul mendukung saya.

Moderator mengucapkan terimaksih kepada kami, empat orang penalis. Dua dipihak mengajukan mosi dan dua dari pihak yang memberikan bantahan. Kemudian dia membuka kesempatan tanya jawab dan komentar. Seorang perempuan dari Colombia memberi komentar dukungan saya. Rupanya dia simpati juga kepada pengusaha dan petani sawit dinegaranya. Atau emosinya bersimpati kepada ibu-ibu di Indonesia yang sulit memeri makan anaknya kalau bahan bakar tidak tersedia.  Seorang pria tua dari pedalaman Inggris Raya bicara membela petani, muncul juga komentar beberapa akademisi.

Baca Juga :   Direktur Utama ANJ Dianugerahi Penghargaan Best CEO 2017

Sumber : Derom Bangun

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like