Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian XLV)

Saya lalu bertanya, “Saya sendiri atau bersama Mr. Yusuf Basiron?”

“Tidak, cukup sendiri. Kami perlu soal Indonesia saja, “ jawabnya.

“Mengenai aspek apa?” desak saya.

“Pengeruh sawit terhadap kesehatan dan lingkungan hidup,” jelasnya.

Saya setuju dan dia memeasang kameranya agar saya disorot dengan latar belakang yang sesuai. Jawaban saya berkaitan dengan suara jelas, bahwa minyak sawit sudah diselidiki pakar-pakar kesehatan dan ternyata baik untuk kesehatan manusia. Soal pengaruh negatif trehadap lingkungan hidup, hal itu sedang diperbaiki melalui RSPO.

Setelah itu saya bergegas kembali kedalam ruang konferensi. Saya ingin tahu apa hal-hal istimewa yang terjadi selama saya diluar ruangan. Saya berbisik kepada Pajaree Kewcharoemwong, seorang wanita Thailand yang duduk disebelah saya. Dia ini sedang studi di Imperial College, London, dan berminat soal kelapa sawit. “Semua seperti dalam jadwal acara,“ bisiknya.

Geger Unilever

Pada pengunjung 2009 terjadi peristiwa yang cukup mengemparkan di kalangan dunia usaha kelapa sawit, baik nasional maupun internasional. Peristiwa ini melibatkan Greenpeace sebagai LSM lingkungan terkemuka di dunia di satu sisi dengan Sinar Mas yang bergerak dalam bidang perkebunan kelapa sawit di sisi lain. Unilever, salah satu perusahaan consumer goods terbesar di Indonesia, menabuh gong yang menandai kejutan itu.

Sumber : Derom Bangun

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like