Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian XLIV)

Kesibukan saya pada konferensi SCI ini masih ditambah dengan undangan dari stastiun televisi Thomson Reuters melalui panitia, Tan Sri Datuk Yusuf Basiron dari MPOC dan saya diundang wawancara ke studio. Kepada supir yang menjemput kami dengan limousine, saya tanya dimana alamat studio itu. Jawabannya dekat Dock Land.

“Oh, di bagian timur?” jawab saya sambil duduk di jok belakang bersama Yusuf Basiron.

“Sudah hafal London, ya?” tanya Yusuf.

“Ya, Sering nyetir disini,” jawab saya. Memang saya dan pak Imral Nasution sudah sering kedaerah itu, termasuk juga ketika berkunjung ke kantor Shell dulu.

Walaupun wawancaranya serentak dan dilakukan oleh seorang reporter, Yusuf Basiron ditempatkan diruang yang berbeda. TV Thomson Reuters ini menanyakan soal produksi dan prakiraan saya mengenai harga. Kemudian merambat juga ke masalah lingkungan hidup.

Pada saat kita diantar kembali ke Royal Socirty, terlihat kru TV lain sudah menanti saya didepan pintu. Dia memperkenalkan diri, katanya dari stasiun di Norwegia. “Orang-orang di negri kami ingin tahu soal kelapa sawit,” katanya.

Sumber : Derom Bangun

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like