Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian XLI)

Mereka terus menyimak kata demi kata yang saya lontarkan. Saya katakan kepada mereka bahwa pada dasarnya antara saya dan mereka adalah orang asing. Sembari bergurau saya sampaikan bahwa keterasingan itu mengingatkan saya pada sebuah lagu yang berjudul “Stranger in Paradise” dan “Stranger in the Night”. Namun, saya tegaskan kepada mereka, bahwa kita tak akan lagi menjadi pihak yang sama-sama asing saat mencapai kemufakatan, salaing pengertian satu sama lain.

Kesempatan kali kedua bertemu Greenpeace itu saya gunakan untuk kembali menegaskan sikap saya bahwa industri perkebunan sawit harus tetap berlangsunng demi hajat hidup orang banyak. Saya terangkan bahwa pemimpin dunia seperti Barack Obama dan Perdana Menteri Inggris Gordon Brown mengeluarkan dana besar menyelamatkan lapangan kerja. Kebetulan, sebelum acara berlangsung saya membaca sebuah artikel di majalah Time tentang bailout yang dilakukan oleh pemerintah Obama untuk menyelamatkan industri outomotif si Amerika  Serikat. Diungkapkan bahwa Obama mengeluarkan bailout fund besar untuk menyelamatkan industri mobil di Detroit. Perdana Menteri Gordon Brown di Inggris mengeluarkan stimulus package. Untuk apa semua itu? Tentu untuk menyelamatkan lapangan kerja sehingga orang tidak tiba-tiba kehilangan pekerjaan karena karena lapangan kerja merupakan aset yang paling besar. Jadi, masalah lapangan kerja bukan hal yang remeh, tetapi sangat penting.

Sumber : Derom Bangun

No tags for this post.

Related posts

You May Also Like