Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian XIX)

Dalam menulis memoar ini, saya dibantu oleh dua penulis, yakni Bonnie Triyana, seorang sejarawan sekaligus Pemimpin Redaksi Majalah Historia Online, dan M.F Mukthi, seorang wartawan muda, juga dari majalah yang sama, yang telah bekerja siang dan malam demi muwujudkan buku ini.

Sejumlah tokoh dan kolega dekat di dalam dan di luar negeri telah berkenan mengirimkan testimoni atau komentar mengenai diri saya. Untuk itu, saya menyatakan penghargaan dan ucapan terimakasih. Sebagian komentar itu harus dipersingkat karena alasan keterbatasan ruang. Banyak tokoh yang berpengaruh dalam hidup saya dan menjadi bagian dalam kenangan saya, tetapi namanya tidak semua tercantum dalam buku ini.

Tidak lupa saya ucapkan terimakasih kepada pihak Penerbit Buku Kompas atas kesediaanya menerbitkan buku ini dan gagasan memilih judul. Akhirnya, memoar ini hanyalah cerita pengalaman hidup  seorang manusia yang ingin memulikana nama Tuhan Yang Maha Pengasih dan ingin mengisi masa usis senja dengan kegiatan mendekatkan diri kepa Sang Pencipta.

Baca Juga :   DMSI: WHO Harus Klarifikasi Terkait Kampanye Hindari Sawit Saat Covid-19

Medan/Jakarta, Juni 2010

Derom Bangun

Sumber : Derom Bangun

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like