Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian XIII)

KATA PENGANTAR

Buku ini ditulis karena dorongan beberapa teman dan juga keyakinan saya yang kuat bahwa pengalaman yang unik dan panjang dalam perkebunan dan industri minyak sawit akan bermanfaat bagi generasi penerus dan bagi semua pemangku kepentingan kelapa sawit. Tidak hanya itu, buku ini juga berisi pengalaman masa kecil yang dihiasi oleh cerita mengungsi karena serangan tetara Belanda diikuti oleh pengalaman bersekolah di Berastagi, Kabanjahe, dan Medan, serta pengalaman menuntut ilmu di Bandung, Boston dan London, ditambah konferensi di kaula Lumpur, Singapura, Mumbai, Oxford, London, Phoenix, Bali dan Washington.

Institut Teknologi Bandung membekali saya tidak hanya dengan dasar ilmu kimia teknik yang kuat, tetapi juga keinginan membuktikan betapa besar ketangguhan ilmu teknik itu dalam kehidupan manusia. Karena itu, cerita dikampus ITB dimasukan sebagai suatu bagian memoar ini. Susunan penuturan sengaja dibuat tidak kronologis, tetapi secara tematis, berkelompok menurut tema masing-masing.

Baca Juga :   Moratorium Sawit Perlu Dukungan Aturan Teknis

Perubahan yang berlangsung dalam teknologi pengolahan minyak sawit saya ceritakan sesuai pengalaman ketika memperbarui pabrik-pabrik milik PT. Socfindo dan membangun pabrik-pabrik baru milik perusahaan lain selaku konsultan. Pengalaman itulah yang memberi rasa percara diri ketika bertugas sebagai Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dan menjadi anggota delegasi resmi Republik Indonesia keberbagai meja diplomasi dimancanegara. Saya ceritakan bagaimana kesulitan mengusulkan suatu perubahan atas peraturan Codex Alimentarius Commission yang berpusat di Roma, Italia dan minta menurunkan ketentuan kandungan beta karoten dalam minyak sawit kepada Pemerintah India.

Sumber : Derom Bangun

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like