Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian XC)

“Memeng payah, Pak”, kata Iskandar Sabirin melontarkan kekesalannya. “Polisi mengatakan ini sifatnya delik aduan. Kalau tidak ada yang mengadu, polisi tidak bisa bertindak,” imbuhnya disertai perasaan bingung.

Mendengar laporan seperti itu, Jusuf Kalla langsung melontarkan gagasan spontan, seperti yang bisa dilakukan. “Kanwil saja yang mengadu”, kata Jusuf Kalla. Kator Wilayah Perindustrian dan Perdagangan pun langsung membuat surat laporan kepada polisi ihwal pencurian minyak sawit dan pencemaran solar. Kemudian polisi mengadakan pemeriksaan dan penyelidikan.

“Lantas bagaimana sekarang, apa yang bisa kita perbuat ?” tanya Jusuf Kalla menyoal penyeselaian hubungan dagang antara Indonesia dan pihak-pihak importir minyak CPO di Eropa. Mereka yang punya minyak meyarankan, “Bagusnya kita berangkat ke Eropa, Pak, Supaya di sana bisa bahas, cari jalan keluar”.

Baca Juga :   Menko Luhut: Kalau Sawit Terus Disudutkan, Kami Bisa Bertindak

“Bagaimana menurut Pak Iskandar?” tanya Jusuf Kalla kepada Iskandar Sabirin. “saya pikir juga begitu, Pak”, kata Sabirin. “Siapa yang bisa pimpin rombongan kesana? Siapa yang mengerti teknisnya?” tanya Jusuf Kalla lagi. “Pak Bangun saja. Dia yang paling ahli soal ini”, kata Iskandar Sabirin dan orang dari PTPN mengamini usulannya.

Sumber : Derom Bangun

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like