Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian LXXXVII)

Masalah pencemaran bahan makanan menjadi momok yang menakutkan bagi para pengusaha di Uni Eropa. Mereka, terutama produsen makanan bermerek ternama, sangat menghawatirkan konsumen akan menyangsikan keamanan bahan makanan produksi. Apa lagi kepercayaan masih belum pulih terhadap peristiwa beberapa bulan sebelumnya mengenai adanya pencemaran dioxin terdapat beberapa jenis makanan. Ketika itu makanan-makanan yang tercemar dioxin terpaksa harus ditarik dari peredaran, terutama dari supermaket. Di tengah-tengah kekhawatiran yang masih ada itulah peristiwa pencemaran solar pada CPO terjadi. Bisa dibayangkan betapa sulitnya memulihkan kepaercayaan produsen minyak sawit pada pengusaha di Eropa.

Dalam waktu sekejap berita dari Belanda itupun menyebar ke semua negara Eropa. Berita itupun sampai ke Belawan, Medan. Wartawan Bisnis Indonesia, Eva Siregar menelepon dan bertanya kepada saya, “Bagaimana, Pak, Kabarnya minyak Indonesia di Belanda sudah di-black list? Saya segera mencari informasi. Beberapa perusahaan sudah mendapatkan pemberitahuan dari pembelinya dan menerima ganti rugi. Mereka semua was-was, rugi besar ini.
Untuk menangani persoalan itu, saya mengambil langkah pertama untuk mengumpulkan beberapa wakil produsen minyak sawit di kantor pusat GAPKI, Jalan Brigjen Katamso di Medan. Jhon Simanjuntak yang bertugas sebagai kepala kantor saya suruh menghubungi direksi perusahaan-perusahaan anggota GAPKI. Mereka yang hadir antara lain dari PTP, PT. Tolan Tiga, PT. Paya Pinang, PT. Karya Prajona Nelayan (KPN), dan PT. Permata Hijau Sawit (PHS). Dalam pertemuan itu tersirat kekhawatiran dari wajah mereka masing-masingtelah mendapat surat klaim dari pihak importir di Belanda dan para pengimpor ini meminta ganti rugi atas pencemaran itu. Sementara itu, aktivitas pengapalan minyak sawit ke Eropa dari Pelabuhan Belawan praktis terhenti sejak ditemukan cemaran solar dalam minyak sawit.

Sumber : Derom Bangun

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like