Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian LXXVI)

Ketika itu Imral memegang jabatan Ketua Umum Kadin Sumatera Utara dan saya membantunya sebagai Ketua Kompartemen Pertanian di samping tugas pokok sebagai Kepala Bagian Teknik dan Teknologi  PT. Socfindo. Banyak imformasi dikumpulkan Bungaran, mulai dari tingkat produktivitas perkebunan, efisiensi pengolahan, masalah pengapalan ekspor, hingga potensi industri hilir. Saya menceritakan yang di Socfindo dan yang saya lihat di Malaysia.

Saat itu luas kebun sawit kita hanya 380.000 hektar, “katanya, melanjutakan ceramah yang dihadiri pengusaha, LSM, dan wartawan itu”. Sekarang sudah sekitar 7 juta hektar. Tidak ada pertumbuhan yang begitu cepat. Kelapa sawit sudah jadi bidang usaha besar seperti tadi disinggung pak Derom. Kelapa sawit sudah lebih besar dari kedelai. Sebagai yang besar harus bersikap besar. Kalu tidak, you are in trouble. Malah Indonesia sudah menjadi yang terbesar di dunia”, ujarnya.

Bungaran kemudian melanjutkan pembicaraanya tetang  orangutan. Kata dia, dari dulu pun banyak yang membuat susah orangutan. Tidak hanya perkebunan sawit yang dituduh menebang hutan sembarangan, tetapi juga ada orang yang memperdagangkannya. “Tetapi yang disoroti adalah kelapa sawit karena perluasannya yang cepat itu. Itu yang dikatakan orang di Eropa masyarakat disana menaruh simpati pada orangutan”, kata dia.

Sumber : Derom Bangun

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like