Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian LXXIV)

Didalam cafe itu dibentuk kelompok-kelompok khusus untuk topik-topik tertentu dan setiap kelompok difasilitasi oleh tenaga-tenaga profesional yang disediakan panitia untuk memancing semua peserta menyampaikan pendapat dan menghimpunya di dalam ringkasan. Hasil-hasil dari cafe ini nantinya akan dibawakan dalam sidang pleno. Dalam sidang pleno gagasan-gagasan dari forum world cafe akan diungkapkan, dibacakan dan dimintakan lagi komentar dari hadirin peserta RT. Dengan jalan inilah pada RT2 di Jakarta telah diperoleh konsep akhir dari prinsip dan kriteria RSPO.

Itulah cerita tentang sejarah terbentuknya RSPO sebagai upaya mencari jalan penyelesaian  atas kerusakan lingkungan yang penyebabnya dituduhkan kepada pihak perkebuna sawit. RSPO hendak mengubah bara menjadi daya, menjadikan problema sebagai peluang . RSPO dibentuk atas itikad baik menyelesaikan persoalan, sama sekali bukan sebagai topeng hipokrisi yang justru akan membuat dunia ini semakin menderita.

MELESTARIKAN ORANGUTAN

Rountable on Sustainable Palm Oil kembali membaut pertemuan umum (public forum) pada 11 Agustus 2009. Tujuannya untuk meningkatkan pemahaman para anggota. Saya diundang selaku vice president II RSPO untuk memberikan kata sambutan sekaligus secara resmi membuka pertemuan. Panitia juga memohon kesediaan saya menjadi moderator dalam diskusi. Selain saya, acara itu dihadiri Dr. Luky Eko Wuryanto, Deputi Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal, dan Prof. Dr. Bungaran Saragih yang akan didaulat berceramah.

Sumber : Derom Bangun

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like