Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian LXXIII)

We do require RSPO

And of course thy’ll have to act

Very firmly but with tact

To ensure that the poor can eat

Without excessive global heat

And that’s why we’re at this meet

To get this done is quite a feat

And I would be quite remiss

If I didn’t praise Jan Kees Vis,

Mr Chandran and the Nielsen

The late great Bek and worthy sons!

Dr Basiron and Derom Bangun

Have proofed to be quite a boon

Dalam puisi itu disebutkan nama Mr. Chandran. Dia adalah warga negara Malaysia yang banyak berperan dalam industri sawit dan sekarang menjadi penasehat pada Dewan Pengurus RSPO. Jan Kees Vis adalah Presiden RSPO. Dia bekerja pada Unilever di Belanda. Keluarga Nielsen yang dimaksud Godrej adalah mendiang B. Bek Nielsen dan kedua anaknya, Clarl Bek Nielsen dan Martin, yang sangat dihormati dikalangan industriwan kelapa sawit internasional. Bersama saya Carl Bek Nielsen menerima penghargaan Mosta, Malaysia, pada tanggal 26 juni 2010. Sementara itu, Basiron yang dimaksud oleh Godrej adalah Tan Sri Dato’Tan Sri Dr. Yusuf Basiron, Chief Executive Officer Malaysia Palm Oil Council (MPOC).

Nadir Godrej, selain sebagai pengusaha, juga suka mendalami bahasa dan budaya Prancis sehingga mendapat tanda penghargaan dari Pemerintah Prancis. Disamping menyelengarakan sidang-sidang, dalam setiap pertemuan RT juga dilaksanakan suatu acara yang disebut world cafe. Acaara itu dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada semua pihak, atau lebih tegasnya semua peserta, untuk menyampaikan aspirasi. Cara itu dipandang sesuai untuk menampung gagasan-gagasan atau konsep-konsep yang banyak berkembang di masyarakat, terutama dari pihak LSM dan masyarakat pedalaman yang akan mengalami perubahan sebagai dampak dari pembangunan perkebunan kelapa sawit.

Sumber : Derom Bangun

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like