Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian LXXII)

Rountable Kedua disusul oleh penyelengaraan rapat anggota yang bernama general assembly atau GA. Dan itulah GA yang pertama, yang dilakukan pada hari berikut setelah RT2 ditutup. Dalam kesempatan itu disusunlah kepengurusan RSPO secara lebih lengkap dan diantara lain memilih Jan Kees Vis dari Unilever sebagai Presiden RSPO. Kemudian ditentukanlah tiga vice president, yaitu Mathias Diemmer dari WWF Internasional, saya dari GAPKI sebagai vice president kedua, dan M.R. Chandran dari MPOA sebagai vice president ketiga. Juga dicantumkan nama-nama anggota dewan pengurus lainnya.

Sekretaris Jendral RSPO masih dipegang oleh Teoh Cheng Hai yang berkewajiban dan bertugas mempersiapkan semua kegiatan adminitratif dan website untuk bisa diakses oleh anggota dan oleh masyarakat umum. RT2 itu telah membawa RSPO pada suatu tingkatan yang lebih konkret karena delapan prinsip dan 39 kriteria telah rampung dirumuskan menjadi dokumen resmi dari RT2 kendati belum disahkan. Konsepsi itu akan disahkan pada RT3 di Singapura pada tahun 2005.

Pada tahun 2006 RT6 diselengerakan di Denpasar, Bali. Ada peristiwa menarik yang saya takkan lupakan yakni pembacaan puisi oleh Nadir Godrej. Nadir Godrej adalah managing Director Godrej Boyce, Godrej Foods, Godrej Consumer Products, dan Godrej Household Products. Dalam puisinya itu ia sebutkan beberapa nama, termasuk nama saya, yang dianggap sebagai orang yang memainkan peranan penting dalam kegiatan bisnis sawit internasional, paling tidak begitulah apa yang ia tulis dalam puisi yang berjudul “India and Palm Oil” itu. Saya kutip beberapa baris dibawah ini.

Sumber : Derom Bangun

No tags for this post.

Related posts

You May Also Like