Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian LXX)

Kegiatan-kegiatan selanjutnya akan dirumuskan lagi pada Rountable Kedua pada tahun berikutnya. Untuk keperluan itu dibentuklah panitia Rountable Kedua untuk melaksanakan konferensinya di Jakarta pada tahun 2004. Dalam panitia Rountable Kedua itu Rosediana Suharto duduk sebagai ketua organizing commitee dan ikut juga utusan Unilever Indonesia yakni Saleh. Sementara saya ditempatkan di steering commitee yang ditugaskan menyampaikan kata sambutan pada pembukaan acara. Turut pula hadir dalam acara itu Prof. Dr. Ir. Bungaran Saragih dan memberikan pidatonya selaku Menteri Pertanian Republik Indonesia.

Pada RT2 itu di Jakarta saya bertugas juga sebagai moderator pada sidang pembukaan. Pada sidang tersebut ada dua pembicara Presiden RSPO Jan Kees Vis dan Menteri Pertanian Republik Indonesia Bungaran Saragih. Dalam kata sambutannya, Jan Kees Vis mengutip ucapan Al Gore, matan Wakil Presiden AS yang telah menulis sebuah buku mengenai pemanasan global, sedangkan Bungaran Saragih mengambarkan bahwa perusahaan-perusahaan perkebunan kelapa sawit di Indonesia dan para petani sudah menganut kelestarian lingkungan hidup yang dapat menjadi modal untuk mengikuti tuntutan dunia. Pada sidang-sidang selanjutnya, pembahasan mengenai prinsip dan kriteria diwarnai banyak perdebatan.

Pertemuan kedua itu berlangsung cukup meriah karena penyelengaraan acara disertai suatu pameran dan dilaksanakan di Hotel Grand Hyatt, Jakarta. Rosediana Suharto dari Komisi Minyak Sawit Indonesia yang ditunjuk sebagai ketua panitia pelaksana melakukan persiapan untuk semua acara. Pada RT2 delapan prinsip dan 39 kriteria yang telah dihasilkan pada RT1 kembali dibahas lebih jauh untuk disosialisasikan kepada banyak pihak yang belum bisa menerima pokok-pokok ketentuan dalam prinsip dan kriteria itu.

Sumber : Derom Bangun

0 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like