Memoar “Duta Besar” Sawit Indonesia (Bagian LXV)

Pada kesempatan lokakarya itu ia menjelaskan bagaimana peristiwa El Nino itubisa terjadi dan berapa jauh dampaknya terhadap cuaca. Ia menekankan bahwa kebakaran terjadi bukan karena El Nino, tetapi karena ulah manusia. Ia mengatakan cuaca kering menyebabkan kebakaran cepat meluas sehingga sulit dipadamkan. Tetapi ia menekankan bukan El Nino yang menyebabkan kebakaran. “El Nino tidak membawa korek api”, katannya didepan ruang pertemuan. Tentu saja tidak ada orang yang bisa membantahnya.

Kebakaran yang semakin meluas pada tahun 1998 dan tuduhan-tuduhan beberapa pihak semakin menyudutkan perkebunan kelapa sawit. Masalah semakin berat ketika insiden lingkungan itu ditambah lagi dengan masalah sosial, pertentangan antara penduduk asli dan pengusaha perkebunan. Pertentangan itu menurut saya justru dibuat lebih besar dari keadaan yang sesungguhnya karena banyak yang menggaungkannya. Keadaan demikian terus berlanjut sampai tahun 2000.

Berita penyebab kebakaran hutan yang dibebankan kepada pihak penyelenggara perkebunan pun sampai kedaratan Eropa, terutama di Inggris. Pada tahun 2000, dalam kapasitas sebagai Ketua Gapki, saya mendapat surat yang mempertanyakan peristiwa kebakaran hutan. Salah satu surat itu ditulis oleh Angela Bowden, atas nama organisasi minyak dan lemak Inggris, mempertanyakan apakah masih terjadi kebakaran-kebakaran di Indonesia. Jika masih terjadi kebakaran, saya tidak segera membahas surat itu, tetapi mengumpulkan impormasi dari berbagai pihak untuk mengetahui keadaan secara menyeluruh.

Sumber : Derom Bangun

1 Shares:
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like